FAKTA SEJARAH: Belanda (Nederland) Merdeka atas Bantuan Turki Utsmaniyyah (Ottoman Empire)


Tindakan Belanda mengusir Menteri Urusan Keluarga Turki, Fatma Betul Sayan Kaya, dan pelarangan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu mendarat di Rotterdam telah membuktikan Belanda tak tau balas budi.

Belanda mungkin sudah lupa bahwa dahulu Negeri Belanda yang mayoritas Kristen Protestan pernah dijajah dan menderita dibawah tekanan Spanyol yang Kristen Katolik, namun dikisahkan seorang Bangsawan Belanda (pahlawan dan pendiri negara Nederland) Pangeran William Van Orange meminta bantuan kepada Sultan Turki untuk melawan kaum Katolik dibawah pimpinan Paus.

Tercatat Sultan Turki setuju untuk memberi bantuan perang. Pangeran William Van Orange menjual semua perhiasan yang dimilikinya demi untuk mendapatkan bantuan dari Turki Ottoman.


Rakyat Negeri Belanda sangat putus asa mengalami penjajahan Katolik sehingga butuh bantuan kepada siapapun bahkan dari negeri Turki, hal itu ditawarkan oleh Sekertaris Kerajaan Belanda Jan Van Nassau yang melihat peluang kekuatan Turki saat menyerang Malta.

Pada tahun 1574 William Van Orange mengirim utusan kepada Sultan Selim di Istanbul melalui duta besarnya François de Noailles. Sultan Selim pada tahun itu juga mengirimkan Armada laut besar Turki Ustmaniyyah untuk menaklukan kota Tunis di Afrika Utara yang waktu itu dibawah kekuasaan Spanyol Katolik sehingga tekanan pasukan Spanyol di Belanda mengendur.

Turki Ottoman juga membantu Belanda dalam perang Revolusi kemerdekaan pada tahun 1575-1576 melawan Spanyol dan kaum Katolik. Selain itu diketahui sejarah bahwa pelaut (Mujahid) Turki juga membantu berperang di negeri Belanda pada saat itu sehingga Pangeran Maurits pada tahun 1604 merubah nama suatu desa di wilayah Sluis barat Zeelandic Flanders menjadi desa Turkeye untuk mengenang jasa para pelaut Muslim Turki yang ikut bertempur melawan penjajah Spanyol Katolik.

Selain itu tingginya ketertarikan rakyat dan pejuang Belanda terhadap Turki Utsmani mengakibatkan dibuatnya sebuah slogan yang populer waktu itu "Liever Turks dan Paaps" (Lebih baik Turki daripada Paus).

Slogan tersebut diteriakkan para pelaut Belanda disamping bendera lautnya yang juga mirip bendera Turki dengan Bulan sabit berwarna dasar merah.

Ekpresi semboyan "Liever Turks dan Paaps" tersebut diabadikan dalam sebuah Koin medali Geuzen berbentuk Bulan Sabit yang masih ada tersimpan sampai saat ini.


Seorang bangsawan Belgia bernama D'Esquerdes juga mengungkapnya perasaannya bahwa: "Lebih baik menjadi jajahan Turki daripada hidup melawan hati nuraninya".

Meskipun begitu pada kenyataannya FAKTA SEJARAH tersebut terbalik SAAT INI dimana pemerintah Belanda sangat rasis dan intoleran kepada Turki.

Fakta menarik lainnya bunga Tulip yang populer di Belanda sebenarnya adalah bunga yang dibawa dari Turki.

Tulips of Turkey


Everybody thinks that tulips come from Holland. Actually, Tulips are native to Central Asia and Turkey. In the 16th Century they were brought to Holland from Turkey, and quickly became widely popular. Today Tulips are cultivated in Holland in great numbers and in huge fields. Dutch bulbs, including tulips and daffodils, are exported all around the world so people think that it's originated from there as well. In fact many cultivated varieties were widely grown in Turkey long before they were introduced to European gardens.

[Semua orang berpikir bahwa tulip berasal dari Belanda. Sebenarnya, Tulips adalah asli Asia Tengah dan Turki. Pada abad ke-16 mereka dibawa ke Belanda dari Turki, dan dengan cepat menjadi sangat populer. Tulips hari ini dibudidayakan di Belanda dalam jumlah besar dan dalam bidang besar. Tulip diekspor Belanda di seluruh dunia sehingga orang berpikir bahwa itu berasal dari sana juga. Bahkan banyak varietas budidaya yang banyak ditanam di Turki jauh sebelum mereka diperkenalkan ke kebun Eropa.]

Sumber:
https://en.wikipedia.org/wiki/Liever_Turks_dan_Paaps
http://www.allaboutturkey.com/tulip.htm


Baca juga :