COVER Majalah Tempo terbaru ngenyek banget 😁😁

AGUS HILANG, IMIN TERBILANG

Dalam persamuhan di Restoran Kahyangan, Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, pada Selasa petang, 29 Agustus lalu, Muhaimin menyatakan kesediaannya menjadi calon wakil presiden atau cawapres Anies.

Selembar surat ditunjukkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar kepada Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Isinya, dukungan untuk calon presiden yang diusung NasDem, Anies Baswedan. 

Dalam pertemuan itu, Muhaimin menyampaikan telah berbulat hati hengkang dari koalisi pendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Dua narasumber yang mengetahui pertemuan itu bercerita, Muhaimin merasa nasibnya sebagai bakal calon wakil presiden Prabowo tak jelas. Padahal PKB dan Gerindra telah menandatangani perjanjian koalisi pada 13 Agustus 2022.

Belakangan, nama Wakil Ketua DPR itu kian tersingkir setelah PAN dan Golkar bergabung dengan koalisi Prabowo. Dua partai itu memiliki kandidat cawapres. PAN, misalnya, menyorongkan nama Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir. Sedangkan Golkar bakal mengajukan Ketua Umum Airlangga Hartarto.

Setelah menunjukkan draf surat dukungan, Muhaimin berbalik menanyakan keseriusan Surya menduetkannya dengan Anies Baswedan. Narasumber yang hadir dalam pertemuan itu bercerita, Surya merasa sreg dengan Muhaimin. Ia pun menyatakan mendukung Muhaimin sebagai cawapres Anies.

Tanpa ba-bi-bu, pertemuan sekitar satu jam yang dihadiri lima orang, yakni Surya, Muhaimin, Jazilul Fawaid, Ahmad Ali, dan politikus NasDem yang juga Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat, itu mencapai kesepakatan. NasDem akan membawa nama Muhaimin kepada Anies untuk dideklarasikan sebagai cawapres. Surya dan Muhaimin pun berjabat tangan.

Selepas makan malam di Restoran Kahyangan, Surya Paloh langsung memanggil Anies Baswedan ke NasDem Tower. Pertemuan tersebut hanya dihadiri Surya, segelintir orang dekatnya, dan Anies. Dua petinggi NasDem dan kolega Anies bercerita, Surya meminta bekas Gubernur DKI Jakarta itu menimbang kemungkinan berpasangan dengan Muhaimin. 

Dalam pertemuan itu, ujar sumber yang sama, Surya mengungkapkan keyakinannya bahwa Muhaimin bisa menambah pundi suara Anies. Terutama di wilayah yang didominasi pengikut Nahdlatul Ulama. Berdasarkan survei internal NasDem, perolehan suara Anies masih bokoh di kantong pemilih NU di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Adapun PKB didirikan oleh sejumlah tokoh NU.

Surya juga yakin dukungan dari Muhaimin akan menaikkan elektabilitas Anies. Hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada 7 Agustus lalu menunjukkan elektabilitas Anies yang besarnya 19,2 persen tertinggal dari Prabowo dan Ganjar, yang memiliki tingkat keterpilihan lebih dari 30 persen. Masuknya PKB dan Muhaimin diyakini dapat menyumbang 10 persen suara dalam Pemilihan Umum atau Pemilu 2024.

Sebelum menutup pertemuan, Surya menyatakan deklarasi perlu digelar dalam waktu cepat jika Anies menyetujui perjodohan tersebut. Bos Media Group itu menyatakan sudah mengantisipasi gangguan yang berpotensi menggagalkan deklarasi Anies-Muhaimin. Malam itu juga, menurut narasumber yang hadir dalam pertemuan tersebut, Anies memberikan persetujuannya.

SEHARI seusai pertemuan di NasDem Tower, atau pada Rabu pagi, 30 Agustus lalu, Anies Baswedan menyambangi rumah ketua Tim Delapan, Sudirman Said, di Cilangkap, Jakarta Timur. Sejumlah anggota Tim Delapan ada di sana. Seorang peserta rapat bercerita, Anies membuka pertemuan dengan menyampaikan keputusannya berpasangan dengan Muhaimin Iskandar.

Namun bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga memperhitungkan keutuhan koalisi. Keputusan memilih Muhaimin tanpa melibatkan PKS dan Partai Demokrat bisa membuat Koalisi Perubahan untuk Persatuan rontok. 

Karena itu, Anies meminta Sudirman Said mengatur pertemuan dengan Agus Harimurti Yudhoyono untuk menjelaskan keputusannya secara langsung. 

Pada Sabtu malam, 2 September lalu, Sudirman Said membenarkan kabar tentang isi pertemuan di rumahnya. “Kami berdiskusi soal cara menjaga Demokrat tetap berada di koalisi,” tutur mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu kepada Tempo.

Politikus Demokrat, Syahrial Nasution, juga membenarkan ada permintaan dari Sudirman untuk bertemu dengan Agus Yudhoyono. 

“Permintaan Anies bertemu dengan Mas Agus itu memang ada, tapi ditolak,” kata Syahrial.

Mendapat penolakan dari Demokrat, deklarasi Anies-Muhaimin dimatangkan pada Kamis, 31 Agustus lalu. 

Petinggi PKB dan NasDem bersepakat menggelar deklarasi dua hari kemudian. Deklarasi itu berlangsung satu hari sebelum Surya Paloh melawat ke Eropa.

Deklarasi ini berlangsung pada Sabtu siang mengancik sore. Anies Baswedan, Muhaimin Iskandar, dan Surya Paloh bersama-sama memasuki ruang ballroom Hotel Majapahit dengan pakaian kemeja putih dan berpeci hitam.

Di depan panggung berlatar belakang tulisan “Deklarasi Capres Cawapres”, Muhaimin berpidato di mimbar. “Salaman saya dengan Bang Surya ternyata lancar dan mendapatkan restu dari keluarga besar PKB,” ucap Muhaimin.

KEPUTUSAN Anies Baswedan menggandeng Muhaimin Iskandar membakar bara di Partai Demokrat. 

Dalam rapat Majelis Tinggi Demokrat yang disiarkan secara langsung pada Jumat, 1 September lalu, Susilo Bambang Yudhoyono bersyukur karena partainya telah memutuskan tak mendukung Anies Baswedan sehari sebelumnya.

Ketua Majelis Tinggi Demokrat itu menganggap partainya tak perlu mendukung orang yang tak memegang komitmen. 

“Sekarang saja tidak baik, tidak amanah, bagaimana nanti kalau menjadi pemimpin dengan kekuasaan yang besar?” kata Yudhoyono di rumahnya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

cup cup cup :)

*Baca selengkapnya majalah TEMPO terbaru (3 September 2023)

Baca juga :