Bekerja adalah nikmat dari Allah

Bekerja adalah nikmat... 

BISMILLAH: 

Salah satu yang jarang disadari, bahwa bekerja adalah suatu kenikmatan. 

Makna bekerja: 
1. Kita bisa memanfaatkan waktu dengan jelas.
2. Kita bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
3  Kita bisa menyalurkan hobi, bakat, minat. 
4. Kita memperoleh hasil dari pekerjaan itu, minimal mendapat apresiasi dari orang sekitar. 
5. Kita bisa mengasah ketrampilan dan pengalaman. 

Ada orang yang ahli, high skill, tapi frustasi, karena tidak ada ruang untuk menyalurkan bakat dan minatnya. Contoh pemain bola, yang ahli, bersemangat, bernafsu ingin menang. Tapi tidak pernah bisa main, karena selalu di bangku cadangan. Mereka rata-rata frustasi...

Orang Jepang, Korea, Eropa kadang disebut workholic... karena begitu cintanya dengan pekerjaan yang digeluti. 

Bukankah bekerja itu melelahkan..? TETAPI kalau Anda mencintai suatu pekerjaan yang bermanfaat, hati Anda akan merasa puas. Lelah memang, tetapi hati merasa puas, dan hal itu menjadi HIBURAN pelepas tekanan dan kesempitan hati.

Filosofi yang diajarkan Al-Quran: 

"Fa idza faragh-ta fan-shob" (dan apabila engkau telah selesai dari satu pekerjaan, maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan lain). 

Di balik ayat ini ada suatu makna TERSIRAT, bahwa menyelesaikan satu pekerjaan itu merupakan nikmat dan kepuasan; sehingga setelahnya perlu bersiap dengan urusan lain. 

Dalam doa kita diajarkan untuk mensyukuri beberapa hal penting, antara lain: "...an asy-kuro ni'matakal lati an'amta 'alaiya wa 'ala walidaiya, wa an a'mala sholihan tardhahu..." (untuk mensyukuri kenikmatan yang Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dan atas AMAL shalih yang Engkau ridhai).

Dengan kita bekerja, apapun bentuknya, selama bermanfaat, maka itu adalah kenikmatan berharga dari Allah Ta'ala. 

Demikian, semoga bermanfaat. 🙏🙏

(Sam Waskito)

Baca juga :