Pembunuhan SADIS! Bung Iyut: Sudah saatnya ganti istilah OPM/KKB dengan nama "Laskar Kristus Papua" atau "Milisi Kristen Papua"

[PORTAL-ISLAM.ID]  Aktivis buruh non-muslim Bung Iyut @kafiradikalis menyatakan sudah saatnya istilah OPM atau KKB Papua diganti dengan nama yang lebih definitif seperti "Laskar Kristus Papua" atau "Milisi Kristen Papua".

Hal ini menyikapi video viral kekejaman OPM/KKB Papua yang membunuh warga sipil pendatang dengan keji.

"...Sudah saat'y ganti istilah TNPB OPM / KKB Papua dgn nama yg lebih definitif:

"Laskar Kristus Papua",

atau,

"Milisi Kristen Papua".

Kekejaman teroris2 Kristen di Papua sudah setara dengan kekejaman dewa teroris Kristen di Afrika: Joseph Kony..," ujar Bung Iyut @kafiradikalis di twitter, Selasa (13/12/2022).

Bung Iyut mengunggah video pembunuhan sadis OPM Papua.

Dalam video yang banyak beredar di media sosial, disebutkan yang dibunuh secara keji adalah tukang ojek.

Namun, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom membantah yang dibunuh adalah tukang ojek.

Ia membantah kabar kelompoknya telah membunuh tiga tukang ojek di Pegunungan Bintang, Papua. 

Sebby menegaskan kalau tidak mungkin ada tukang ojek yang bekerja masuk ke hutan maupun wilayah terpencil.

Sebby lantas menerangkan kalau yang TPNPB-OPM bunuh ialah bagian dari anggota intelijen Indonesia yang mengincar anggota mereka. 

Menurutnya, TPNPB-OPM sudah berulang kali mengeluarkan peringatan keras kepada para pendatang untuk tidak ke luar dari wilayah konflik bersenjata.

Apabila melanggar maka TPNPB-OPM memastikan kalau mereka bagian dari intelijen.

"(Kalau) melanggar hal ini maka anda jelas bagian dari pasukan keamanan Indonesia dalam pengertian luas semua kesatuan militer Indonesia," kata Sebby Sambom melalui rekaman suara kepada Suara.com, Selasa (13/12/2022).

Sebelumnya, pihak kepolisian menyebut kalau TPNPB-OPM membunuh dua tukang ojek di pangkalan Kali Digoel, Distrik Oksem, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan pada Senin (5/12/2022).

Sekitar 20 meter dari pangkalan kali Digoel, tukang ojek yang dimaksud bertemu dengan kelompok bersenjata yang membawa dua pucuk senjata laras panjang. La Aman dan La Usu menjadi korban atas peristiwa tersebut.

[Video]