KRITIK TERHADAP PAZ (Pengobatan Akhir Zaman)

INTI KRITIK TERHADAP PAZ

Oleh: Fahmi Amhar

Saya sudah banyak membaca tulisan dari pazindonesia.com, sudah melihat banyak videonya.  Jadi bukan kata orang lagi.  

Saya tidak mengingkari bahwa ada banyak orang yang semula mengidap penyakit-penyakit tertentu (semisal Asma, Cerebal Palsy, HNP, dll) yang menjadi sembuh setelah diterapi dengan PAZ, sekalipun sebelumnya medis sudah menyerah.  

Tetapi saya juga tahu, banyak juga yang mencoba PAZ dan gagal. Angka statistiknya tidak ada, karena tidak ada uji klinis yang sistematik. Berbeda dengan medis atau pengobatan modern (yang disebut pengobatan Barat, padahal dulu banyak dikembangkan oleh muslim). Di dunia medis, setiap terapi yang diijinkan, wajib melalui uji klinis yang ketat, dengan angka statistik keberhasilan yang jelas, tidak bercampur dengan sugesti dan placebo.

Selama PAZ didudukkan sama seperti accupuncture, pijat, bekam, kerokan, dll, saya pikir tidak ada masalah. Boleh-boleh saja terapi seperti ini dicoba, apalagi untuk beberapa jenis penyakit yang memang dengan medis belum bisa diatasi. Atau medis terlalu mahal. Harusnya memang uji klinis untuk aneka terapi alternatif ini lebih intensif lagi dilakukan. Dan negara harusnya mengerahkan sumberdayanya untuk riset tersebut.

Namun bila sudah menyalahkan medis, terus mengklaim semua penyakit bisa diobati dengan PAZ, atau menuduh yang tidak percaya PAZ adalah mengingkari Qur'an, itu jadi masalah. Itu rawan menjadi takfiri gaya baru.

Lha emang Nabi pernah mempraktekkan PAZ, tanpa operasi, tanpa obat, tanpa alat, tanpa jimat? Mana haditsnya? Yang saya tahu yang diharamkan Nabi cuma jimat. Bukankah PAZ itu penemuan baru dari Haris Moejahid, yang oleh pengikutnya digelari Profesor? 

Faktanya Nabi pernah meminumkan air kencing onta sebagai obat kepada sejumlah orang Badui yang demam. Nabi pernah berbekam, bukankah berbekam itu pakat alat? Nabi pernah memakaikan baju sutra untuk Utsman bin Affan yang sedang sakit kulit, padahal memakai sutra untuk lelaki itu aslinya haram. Nabi juga membiarkan dokter hadiah dari Raja Mesir mengobati umat Islam di Madinah. Tentu saja dokter itu menerapkan ilmu pengobatan yang dipelajarinya di Mesir.  

Generasi umat Islam terdahulu lah yang menemukan aneka obat, bahkan alat-alat bedah.  Mereka sudah mengoperasi kanker dan katarak! Pernah dengar nama-nama seperti Ibn an Nafs atau Abu Qasim az Zahrawi? Apakah mereka mengingkari Qur'an karena menggunakan alat dan melakukan operasi, tidak seperti PAZ?

Allahu Akbar!

(Sumber: dari fb penulis)