Kisah Jubah Arab Messi

Kisah Jubah Arab Messi

Oleh: Belal Assad

Bagi saya, fakta bahwa Emir Qatar sendiri mengenakan jubah tradisional Arab kepada Messi, adalah isyarat untuk menghormatinya, timnya, dan negaranya dengan salah satu cara terbaik komunitas Arab menghormati tamunya. Jubah ini disebut 'Bisht', simbol kehormatan dan prestise Arab. 

Ada cerita tentang Nabi kita meletakkan jubahnya di atas bahu seorang penyair atau menghadiahkan kepadanya sebagai tanda menunjukkan kesopanan dan menghormatinya. (Sebuah kisah terkenal dalam kitab-kitab Sirah seperti Ibnu Ishaq, meskipun memiliki beberapa masalah dalam rawinya - tetapi intinya adalah orang Arab menghadiahkan jubah atau pakaian mereka sebagai kebiasaan untuk menghormati orang lain).

Bertentangan dengan apa yang diklaim dan diasumsikan oleh sebagian besar media Barat, tindakan ini sebenarnya menunjukkan simbol membangun jembatan antara budaya, ras, dan orang-orang dari agama lain. 

Bagi saya olahraga selalu tentang komunitas yang bersatu dan menghilangkan hambatan. 

Fakta bahwa negara non-Arab non-Muslim memenangkan Piala Dunia, diharapkan oleh sebagian orang bahwa bangsa Muslim/Arab ini akan kecewa dan berkecil hati, marah, dan kalah. Tapi ternyata tidak, dan kita harus menghormati karakter yang tinggi itu. 

Aksi ini merupakan simbol penyambutan budaya, penerimaan budaya, mendobrak sekat-sekat rasial dan budaya serta mengirimkan pesan bahwa Piala Dunia bukan tentang keunggulan ras atau kebangsaan di atas yang lain tetapi tentang perdamaian, toleransi dan sportivitas dengan cara yang paling mereka tahu dalam menunjukkannya. Ia memiliki hikmah dan dakwah dengan cara yang khusus. 

Lebih jauh lagi, pemakaian jubah itu dengan persetujuan bebas Messi, bukan dengan paksaan seperti yang dispekulasikan oleh beberapa orang secara serampangan.

Marilah kita lebih berpikiran terbuka dan lebih mendidik diri sendiri sebelum menilai, menentang dan berasumsi. 

Dunia bisa menjadi tempat yang lebih baik untuk semua orang.

Allah tahu yang terbaik.

(fb)