[BREAKING] NasDem, PKS, Demokrat Deklarasi Koalisi Bulan Depan

[PORTAL-ISLAM.ID] Partai NasDem, PKS, dan Demokrat akan mendeklarasikan koalisi pada bulan depan. Ketiga partai tersebut sedang intens mematangkan kerja sama.

"Sejauh ini masih on schedule 10 November 2022 rencananya," kata Ketua DPP NasDem Willy Aditya, Sabtu (22/10/2022), dilansir dari detikNews.

Menurutnya, saat ini komunikasi intens terus berjalan untuk menyatukan kesamaan pandangan. Partai NasDem, PKS, dan Demokrat terlebih dahulu akan membahas koalisi.

"Kami mengalir, prinsipnya koalisi lebih didahulukan terbangun dibandingkan dengan cawapres," ujarnya.

NasDem disebutnya tengah berupaya menentukan kriteria dan mekanisme cawapres. Ketiga partai tersebut terbuka mengenai figur cawapres, baik dari partai maupun non partai.

"Belum (ada penentuan), masih berupa kriteria dan mekanisme. Sejauh ini masih dinamis. Kami terbuka baik dari dalam partai maupun luar parpol," ujarnya.

Tim Kecil Nasdem-PKS-Demokrat Bertemu Matangkan Koalisi

Komunikasi Partai NasDem, PKS dan Demokrat makin intens. Ketiganya melakukan pertemuan hari ini untuk mematangkan koalisi.

Pertemuan itu dilakukan Jumat (21/10/2022) Partai NasDem diwakili oleh Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya dan Sugeng Suparwoto. PKS diwakili oleh Wakil Ketua Majelis Syuro Mohamad Sohibul Iman, Ketua DPP Polhukam Al Muzammil Yusuf.

Sementara Partai Demokrat diwakili oleh Sekjen Teuku Riefky Harsya. Pertemuan tiga pihak tersebut juga dihadiri oleh Sudirman Said sebagai pihak yang mewakili Anies Rasyid Baswedan yang merupakan bakal calon presiden 2024 dari Partai NasDem.
Dalam pertemuan tersebut, NasDem mengajak PKS dan Demokrat untuk duduk bersama mematangkan format koalisi perubahan yang akan digagas bersama.

"Ada beberapa hal penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut, seperti kriteria pasangan bakal calon wakil presiden yang cocok mendampingin Anies Rasyid Baswedan," ujar Willy dalam keterangan tertulisnya.

Willy megatakan sebelum menentukan siapa calon terbaik yang paling tepat, maka dibuat terlebih dahulu kriteria dan mekanisme penentuan pasangan calon presiden-calon wakil presiden. Sehingga dalam proses pengambilan keputusan nanti, ketiga pihak sama-sama satu tujuan dan langkah.

"Dalam penentuan bakal cawapres, setiap partai berhak mengajukan nama-nama baik nama dari internal partai maupun eksternal yang bukan anggota partai," ungkap Willy.

Pertemuan tersebut juga membahas terkait platform dan desain pemerintahan yang ideal di periode mendatang. 

"Ketiga partai sama-sama sepakat untuk menyampaikan pandangannya terkait platform kebijakan pembangunan bangsa dan desain pemerintahan ke depan," imbuhnya.

Selain pasangan calon, platform, dan desain pemerintahan, Willy mengatakan ketiga partai itu juga menggodok strategi pemenangan yang efektif.

"Dan yang tidak kalah penting adalah masalah timing atau waktu yang tepat untuk meresmikan dan mendeklarasikan koalisi serta pasangan capres-cawapres yang akan diusung. Ini yang terus kita matangkan, yang juga dapat membawa semangat perubahan, mendapat dukungan publik, dan menambah peluang kemenangan di Pilpres 2024," tutup Willy.

[Sumber: Detikcom]