Anies, Rindu Ikhwan Fiillah

Rindu Ikhwan Fiillah

Anies pas lihat Saya, langsung sumringah. Tertegun. Dia cari ADC yg juga bernama Indra yg setahu Sy, lagi sarapan. 

"Tunggu!" Kata Anies berkali-kali ke Sy. 

Sebagai Komandan Pengamanan dlm momen2 penting Pilgub 2017, Sy sangat bersabar. Biasanya, Sy berada di belakang Anies & Sandi, dg mata awas kpd setiap org yg mendekat, bahkan jurnalis pun Sy hafal. 

Seperti rindu Abu Bakar Siddiq kpd Umar bin Khattab, Anies hendak memeluk Sy. Jadinya, ia ambil posisi smartphone Sy. Sy yg pegang. Dia yg pencet tombol. 

"Senyum. Tatap ke layar hp," katanya, seolah seorg sutradara kawakan. 

Tiga kali dia pencet. 

"Nanti kirim ke hp Sy. Jangan lupa," ujarnya. 

Sy izin beranjak, melihat jamaah lain yg antri. 

"Mashaa Allah, Indra J Piliang!" Katanya, menepuk bahu sy. 

Subuh tadi, Anies Rasyid Baswedan yg Sy kenal sejak bangku mahasiswa, bersama membangun sinergi gerakan Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi, menjadi imam sholat Sy dan ratusan jamaah lain. 

Ayat tentang Bani Israil, ia baca pada rakaat terakhir. 

6 Agustus 2008, Anies Rasyid Baswedan, Chandra M Hamzah, Effendi Ghazali, Bima Arya Sugiarto, Andrinof A Chaniago, dan sekitar 200 org cendekia, aktivis, berkumpul di Universitas Paramadina. 

Anies memimpin "upacara" pelepasan perahu yg Sy bakar sbg analis dan pengamat, lalu terjun ke pergumulan hidup mati penuh tipu daya dlm kubangan politik. 

Dan pagi ini, Sy seolah sedang ikut menyeberangkan seorang Anies Rasyid Baswedan di Laut Merah. Hijrah dlm upaya memimpin layar armada besar bernama Negara Republik Indonesia yg berbentuk kesatuan. 

Sbg Panglima Perang Korps Armada Pembela Tanah Air (Korsa) Airlangga Hartarto, Sy tentu berlinang airmata jika pada Oktober 2023 nanti bakal berhadapan dg armada sahabat Sy sendiri. 

Salatullah salamullah ... 

Markas Gerilyawan, Kemayoran.

Jumat, 07-10-2022

(Indra J Piliang)