90 Persen Rakyat Sumbar Dukung Anies

[PORTAL-ISLAM.ID]  Provinsi Sumatera Barat mempunyai masyarakat yang religius dan intelek. Mereka merupakan pejuang dan pemikir yang tangguh, konsisten dan bertanggung jawab. Hampir setengah dari Pahlawan Kemerdekaaan Indonesia berasal dari provinsi ini. 

Saat ini, yang mendukung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden sangat banyak. Hampir 90 persen mendukung Anies Baswedan jika menjadi Capres pada 2024.

Hal ini disampaikan Penasihat Relawan DPD Rumah Gadang Kota Solok, H Ismail Koto menyatakan hal itu kepada KBA News, Rabu, 26 Oktober 2022. 

“Gairah rakyat yang tinggi mendukung Anies, karena melihat rekam jejak atau track record yang sudah ditorehkan Anies selama menjadi Gubernur DKI Jakarta. Tidak ada orang yang bisa membantah bahwa yang dilakukan Anies selama lima tahun itu penuh dengan prestasi dan reputasi,” katanya.

Rakyat Sumbar, tambah pengusaha sukses di Padang dan Solok ini, membaca berita, aktif di media sosial dan lancar berkomunikasi dengan dunia luar. Mereka pun dididik untuk kritis dan menggunakan akal dan pikirannya. Sudah terbentuk gamabaran umum bahwa sosok Anies bisa menjadi tumpuan harapan untuk keluar dari hidup yang dirasakan semakin sulit dalam delapan tahun terakhir ini.

“Tidak bisa kita bantah kehidupan ekonomi sangat sulit. Harga-harga mahal, sebelum pemerintah menaikkan BBM dan semakin mahal setelah BBM dinaikkan. Lapangan kerja susah, PHK di mana-mana, pengangguran marak, naiknya BBM menyebabkan inflasi tinggi. Belum lagi nilai tukar rupiah yang anjlok terhadap dollar AS yang menyebabkan harga komoditas impor semakin tinggi. Padahal kita adalah negara dengan impor komoditas terbanyak. Bukan hanya beras kita impor, juga kedelai. Bahkan garam pun kita impor, walaupun kita adalah negara dengan luas lautan yang terbesar di dunia. Jangan kata lagi barang-barang mesin, manufaktur dan perangkat komputer, 100 persen impor,” keluhnya.

Dilihat dari sini, kita tidak bisa pura-pura dengan menyatakan pemerintah sekarang ini sukses. Pemerintah ini gagal total dalam mensejahterakan rakyat Indonesia. Itu baru di bidang ekonomi.

Belum lagi di bidang sosial, masyarakat terbelah antara kadrun-cebong. Secara agama lebih aneh lagi. Umat mayoritas terkesan ditekan dan ditindas terus distigma dengan tuduhan radikal, ekstrim, intoleran, dan anti-Pancasila.

Secara hukum juga amburadul. Lebih tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika rakyat kecil yang bersalah cepat betul aparat bertindak, tetapi jika yang diduga berbuat salah adalah para pejabat atau orang berpangkat, hukum seperti tumpul. Kalau Islam yang diserang dan dilecehkan, sulit sekali untuk dilaporkan. Sementara kalau yang melaporkan itu adalah yang dekat dengan pengusaha cepat sekali polisi bertindak.

“Hal-hal seperti itu harus diakhiri. Berilah keadilan sosial dan kesejahteraaan ekonomi kepada masyarakat dan rakyat banyak. Selama delapan tahun ini rakyat sudah apatis dan skeptis. Mereka inginkan perubahan. Dan itu mereka temukan pada sosok Anies Baswedan. Besar harapan mereka Anies akan membenahi semuanya, jika dia menjadi Presiden,” demikian Ismail Koto. (kba)