TERUNGKAP Pesan Terakhir Brigadir Joshua Kepada Ibunya Sebelum Dibunuh Ferdy Sambo

[PORTAL-ISLAM.ID]  Ibunda Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak membongkar pesan terakhir yang dikirimkan anaknya sebelum ia dibunuh oleh diduga Ferdy Sambo, Mantan Kadiv Propam Polri di rumah dinasnya, kawasan Duren Tiga Jakarta Selatan. 

Rosti mengungkapkan sejumlah kenangannya bersama anaknya sambil bercucuran air mata. Ia menyebutkan Yoshua sebagai sosok yang paling berharga di hidupnya.

“(Brigadir J) begitu bisa menghargai orang tuanya, bahkan menghargai atasan maupun komandannya, dia selalu hormat,” kata Rosti, saat diwawancarai Rosiana Silalahi dalam acara Rossi di KompasTV, beberapa waktu lalu. 

Tak hanya itu, Rosti juga menyebut anaknya sangat rajin beribadah. 

Ia tak pernah lupa untuk mengingatkan keluarganya untuk selalu berdoa dan beribadah. 

“Bahkan anak ini selalu mengingatkan kami, buat ibunya terlebih, lewat WA, ‘mamak, abang bolehkan ngomong seperti ini? Bangun mamak, tidur mamak, usahakan baca Alkitab’,” ungkapnya sambil bercucuran airmata.

Ia selalu mengingatkan kepada keluarga, untuk selalu taat kepada Tuhan.

“Selalu anak itu menyarankan kami sekeluarga harus menjadi keluarga yang taat kepada Tuhan, karena Tuhan lah pengharapan kami,” katanya.

“Karena kondisi kami memang keluarga yang sangat pahit, hidup apa adanya, jadi Yosua ini anak yang bisa hidup prihatin,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan anaknya selalu menjaga komunikasi dengan dirinya. 

Bahkan, ketika sibuk pun, Yosua akan berusaha menghubungi sekalipun hanya lewat pesan singkat.

“Kalau seandainya dia repot atau pada pekerjaannya, kata maaf selalu diselingi, ‘Ma, maaf Abang merasa terlewatkan tidak menanyakan kabar mama’,” ucap Rosti.

Rosti juga mengungkapkan percakapannya terakhir dengan Brigadir J, yakni anaknya menyuruh dirinya membaca Alkitab.

Pada saat tanggal 8 Juli 2022, Brigadir J menanyakan kabar keluarganya, lalu kata Rosti, Yosua juga sempat membicarakan rencana untuk pulang.

“Percakapan terakhir, yang paling saya ingat, dia menyuruh Mamaknya membaca Alkitab,” tuturnya.

“Di tanggal 8, dia menanyakan keadaan kami. Begitu juga mamaknya,” lanjutnya.

 Pada saat itu, Yosua masih mengatakan dirinya dalam kondisi baik.

“Pagi dia, mengatakan mau pulang, jam 10.05, itulah kami mengabari bahwa kami sudah menuju Sidempuan,” kata Rosti.

“Dia bilang, ‘sehat-sehat ya Mamak ya’, ‘abang juga sehat-sehat ya’, jadi lewat jam 10.05, anak itu hanya membaca lalu tidak ada lagi membalas WA kami,” ungkapnya. [FIN]