Buntut Video Viral Tentang Skenario Istana di Pilpres 2024, Andi Arief Dilaporkan ke Bareskrim Polri

[PORTAL-ISLAM.ID]  Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) melaporkan Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief ke Bareskrim Polri terkait video viralnya di media sosial yang berjudul judul ‘Tentang Demokrat & Rahasia Istana’.

Video yang berdurasi 1 menit 51 detik itu memuat pernyataan Andi Arief soal dinamika politik jelang Pilpres 2024.

Lewat pernyataan Andi Arief dalam video tersebut, diduga bisa dapat memicu konflik sosial berlatarkan politik.

“Kami laporkan Andi Arief ke Bareskrim, sebagai elit seharusnya Andi Arif memberikan pernyataan yang teduh bukan pernyataan kontroversial provokasi,” kata Ketua HMI-MPO Ahmad Latupono di Bareskrim Polri, Senin (26/9/2022).

Ahmad Latupono berharap, laporan yang dilayangkan pihaknya itu segera diproses pihak kepolisian.

Sebab, apa yang disampaikan Andi Arief dalam video viralnya itu diduga akan memicu konflik berkepanjangan.

“Kami berharap laporan ini segera diproses,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata Ahmad Latupono, penyidik juga harus segera memanggil Andi Arief untuk segera dilakukan pemerksaan perihal isi videonya yang viral itu.

“Segera Andi Arief dipanggil untul diperiksa serta pihak-pihak terkait,” tandasnya.

Atas ulah Andi Arief itu, ia disangkakan dengan Pasal 14 ayat (2) dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman penkara setinggi-tingginya tiga tahun.

Berikut penggalan pernyataan Andi Arief di di dalam video viral tersebut.

“Dia (SBY) sudah mendengar langsung skenario dua pasang, lalu dia melakukan pengecekan, pada orang yang mendengar langsung dari mulutnya Pak Presiden,” ujar Andi.

“Pak Presiden hanya mau dua calon.” Kenapa dua calon Pak Presiden?, kan ada Anies, ada Ganjar”. “O, Anies kan sebentar lagi masuk penjara, terus partai-partai lain di KIB apa segala, kalau enggak nurut ya tinggal masuk penjara aja itu…’ Jahat bukan?” ujarnya lagi sembari tertawa. (pojoksatu)

[VIDEO]