BERAPA BANYAK AIR YANG DIPERLUKAN UNTUK BERWUDHU DAN MANDI WAJIB/MANDI SUNNAH?

BERAPA BANYAK AIR YANG DIPERLUKAN UNTUK BERWUDHU DAN MANDI WAJIB/MANDI SUNNAH?

Oleh: Ustadz Abdul Wahab Ahmad

Ada kesalahkaprahan di masyarakat tentang makna wudhu dan mandi ibadah (mandi wajib/sunnah). 

Banyak orang yang menganggapnya sebagai kegiatan mencuci tubuh dari kotoran sehingga namanya saja mencuci tentu harus memakai air yang banyak. Makin banyak airnya maka makin bersih. Itulah letak salah pahamnya.

Wudhu dan mandi wajib adalah kegiatan ibadah sehingga teknisnya diatur oleh Nabi Muhammad. Ia bukan kegiatan bersih-bersih menghilangkan kotoran, meskipun lumrahnya jadi bersih juga, tetapi ia adalah kegiatan menghilangkan hadas. Hadas adalah status seseorang yang tidak diperbolehkan shalat. Agar status hadas ini hilang, maka wajib berwudhu atau mandi wajib, tergantung jenis hadasnya.

Hadas tidak ada hubungannya dengan kondisi badan sedang bersih atau kotor. Sebab itu, menghilangkan hadas tidak memerlukan banyak air sebab memang bukan untuk membersihkan kotoran tetapi hanya sekedar mengubah status dari berhadas menjadi tidak berhadas. Jumlah air yang diperlukan telah diatur, dan itu sangat sedikit. Bila memakai air terlalu banyak maka dianggap makruh alias jelek. Perhatikan hadis berikut:

كانَ النَّبِيُّ ﷺ يَغْسِلُ، أوْ كانَ يَغْتَسِلُ، بِالصّاعِ إلى خَمْسَةِ أمْدادٍ، ويَتَوَضَّأُ بِالمُدِّ

"Nabi Muhammad mandi wajib dengan satu sha' (4 mud) hingga lima mud air. Beliau berwudhu dengan air satu mud." (HR. Bukhari)

Satu mud adalah satu cangkir takar zaman dulu yang bila dikonversi menjadi liter hasilnya diperselisihkan antara 6 - 9 mililiter atau sekitar 2 - 3,5 gelas air standar. Itu adalah kadar standar jumlah air wudhu. Dengan demikian 4 mud (1 sha') yang dipakai untuk mandi adalah antara 2,5 hingga 3,5 liter air saja. Sedikit sekali bukan? Ingat, tujuannya memang hanya sekedar menghilangkan status berhadas. (Btw, sekarang cangkir takaran mud sudah banyak dijual di online shop dan harganya murah, cari saja dengan keyword 'takaran mud', contoh foto di atas). 

Kalau ingin mandi bersih atau cuci muka bagaimana? Silakan lakukan itu sepuas anda sebelum atau sesudah wudhu/mandi ibadah. 

Jadi misalnya anda ingin mandi puas pakai sabun dan pakai air banyak, silakan lakukan itu dulu dengan cara sesuka anda. Setelah anda selesai barulah niat mandi wajib/sunnah dengan cara mengambil sedikit air untuk anda alirkan ke seluruh badan anda. Demikian pula kalau mau cuci muka pakai sabun dan bersih-bersih tangan dan kaki yang kotor, silakan lakukan itu dulu sepuas anda, lalu lanjutkan dengan wudhu memakai air sedikit. Dengan demikian anda terhindar dari kemakruhan sebab memakai air wudhu/mandi secara berlebihan. 

Jumlah yang sedikit ini tidak terkait sama sekali dengan kondisi air yang tersedia. Jangan dikira penggunaan sedikit air ini hanya karena dulu syariat islam menyesuaikan dengan iklim gurun pasir, tidak sama sekali. Aturan memakai sedikit air ini tetap berlaku meskipun berwudhu atau mandi di tengah laut sekali pun.

Jadi, yang penting seluruh tubuh sudah dialiri air, meskipun sedikit yang penting airnya mengalir/menetes, maka itu sudah cukup untuk mandi wajib. Demikian pula untuk kasus wudhu, yang penting airnya sudah mengalir dan menetes maka cukup. Silakan praktekkan dengan memakai air sesedikit mungkin dengan cara menuangkan air sedikit demi sedikit lalu diusapkan ke bagian yang harus dibasahi.

Dalam praktiknya, bahkan berwudhu dengan air satu gelas pun sudah cukup dan sah. Tutorialnya sudah banyak yang membuat di Youtube. Dengan mengetahui ini, maka anda tak perlu repot tatkala berwudhu di perjalanan sebab tinggal membawa sebotol kecil air atau bahkan segelas air minum kemasan sudah cukup. Jangan pernah berpikir untuk tayammum dengan alasan tidak ada air lagi sebab sekarang air tersedia di mana saja dan warung/toko tersebar luas di seluruh tempat. Bahkan di toilet pewasat pun tersedia cukup air untuk berwudhu sehingga buang jauh-jauh pikiran untuk tayammum di pesawat atau apalagi di kereta api dengan alasan tidak ada tempat wudhu.

Berwudhu di dalam kamar pun juga tidak sulit dilakukan untuk orang sakit yang tidak bisa ke kamar mandi atau ke tempat wudhu. Caranya tinggal sediakan bak atau handuk di bawah sebagai tadahan air wudhu yang cuma segelas itu. 

Semoga bermanfaat.