Rezim ini selalu membandingkannya dengan yang Negara lain yang kebetulan lebih jelek, tidak dengan Negara yang lebih baik...

Satu-satunya Pelajaran yang bisa kita petik dari Rezim sekarang adalah: 

Negara kita selalu lebih baik tetapi dengan cara membandingkannya dengan yang Negara lain yang kebetulan lebih jelek!

Misalnya seperti Berita di atas:
Rupiah melemah tapi masih lebih baik dari Malaysia dan Thailand yang kebetulan mata uangnya jatuh lebih rendah dibandingkan Rupiah terhadap Dolar.

Padahal, Nilai Ringgit Malaysia dan Bath Thailand tetap jauh lebih baik dari Nilai Rupiah yang sudah hancur-hancuran sejak Pak Jokowi berkuasa.

Mau contoh lain?

Hutang Luar Negeri Indonesia sudah 402 Miliar US$ tapi masih lebih kecil dari Hutang Luar Negeri China yang sampai 2.1 Triliun US$.

Yang tidak disampaikan adalah kalau China juga adalah Negara Pemberi Piutang!

Mau tambahan contoh lain?

Indeks Demokrasi Jaman Pak Jokowi menurun. Tapi masih lebih baik kalau dibandingkan dengan Jaman Orde Baru!

Nah lo. Kenapa tidak dibandingkan jaman Pak SBY atau Jaman Gusdur yang sudah sama-sama Pasca Reformasi?

Pembandingnya malah Jaman Orde Baru? Sekalian aja Pembandingnya Jaman Orde Lama atau sekalian jaman Kolonial Belanda. 

Begitulah. Semua yang kurang bagus akan kelihatan lumayan bagus kalau dibandingkan dengan yang jelek-jelek!

Orang bodoh akan dianggap pintar kalau pembandingnya orang yang sangat-sangat bodoh.

Maling akan kelihatan bagus kalau pembandinya Rampok dan Pembunuh.

Dodo Mamamdo si Sempak Hitam akan kelihatan alim kalau Pembandingnya Raja Namruz.

(By Azwar Siregar)