Partai Socmed: Denny Siregar Dibayar Untuk Memelihara Perpecahan

[PORTAL-ISLAM.ID] Tiga akun di atas adalah pendukung Jokowi. Dua sudah netral, muak dengan perpecahan yang dipelihara. Dan tinggal Denny Siregar yang masih menjadi diehard-nya Jokowi dengan terus merawat perpecahan.

Denny Siregar adalah yang pertama mencap "Kadrun" bagi pihak yang kontra dengan Jokowi. Lalu diikuti oleh gerombolan buzzeRp yang terus menggonggong kodran kadrun.

Denny Siregar berdalih menggunakan istilah "Kadrun" untuk melabeli orang (maksudnya orang Islam) yang menggunakan agama untuk politik. Denny Siregar (yang ngaku sendiri sebagai Syiah) menyebut Kadrun adalah Neo-Khawarij. Jadi istilah kadrun itu untuk orang Islam.

Padahal semua yang aktif di sosial media sudah pada tahu, tak peduli dia orang Islam atau bukan, pokoknya kalau yang kontra dan mengkritik rezim Jokowi otomatis langsung dicap Kadrun.

Maka ketika akun @maman1965 mempertanyakan: "Ada nggak, sih untungnya bagi bangsa ini, kita saling menghinakan sesama yang berbeda dengan sebutan "Kecebong" - "Kadrun"? 
Kenapa, sih ada yang senang banget melontarkan hal itu? Membahagiakankah?" 

Jawaban Denny Siregar jauh dari kenyataan.

"Sebutan "kadrun" itu adalah cara kami utk pisahkan diri dari org yg gunakan agama utk politik mereka.  Apa gak gerah waktu mrk selalu klaim "kami umat Islam" ? Saya gerah krn merasa terfitnah. Saya bukan mereka. Kadrun = neo khawarij," kicau @Dennysiregar7.

Yang oleh akun @PartaiSocmed dibalas telak:

"Kami bantu klarifikasi: 

1. @Dennysiregar7 dibayar utk memelihara perpecahan. Sebab hanya dgn menciptakan musuh bersamalah dukungan utk penguasa bisa tetap dipertahankan.

2. Kadrun bukanlah sebutan utk kelompok radikal tetapi sebutan bagi siapapun yg kritis terhadap penguasa."