IFRIT YANG SUKA MENJEBAK PEJALAN RUHANI

IFRIT YANG SUKA MENJEBAK PEJALAN RUHANI

Beberapa malam ini saya selalu mendoakan Ustadz bergelar doktor yang menjadi muridnya "Wali" tersebut agar mendapatkan cahaya dari Allah dan terlepas dari pengaruh dari "Sihir" yang membelenggunya selama ini.

Ketika sedang berdoa, muncullah sosok Jin yang menjadi pendamping gurunya selama ini, mau saya lempar pakai sandal, ternyata posisi sandalnya jauh tidak bisa diraih.

Lalu besoknya pada hari Jumat, ketika saya tidur ada sosok yang masuk ke kamar, sayapun bangun dan kudekati ternyata wajahnya ditutupi atau sedang penyamaran, sayapun fokus akhirnya wajah mahluk tersebut berubah seperti wajahnya orang yang ngaku wali.

Kemudian makhluk tersebut pergi, sayapun kembali ke kasur, ternyata jasad saya masih tertidur, barusan yang bangun adalah Sukmaku, sedangkan tubuhku masih tertidur. Mungkin efek perut lapar, jadi sukma sering keluar tanpa disengaja.

Akhirnya pada malam Sabtu (16/04/2022) di saat tengah malam mau berdzikir, sayapun berkata kepada temanku yang bernama Heri Setiawan, "Nanti kamu kuberi tugas, kamu raga sukma ke orang yang ngaku wali tersebut, kamu lihat ada apa saja, jika ada Jin yang membekingi orang tersebut, kamu wawancarai dan kamu katakan agar melepas doktor tersebut. Jika terjadi darurat, kamu panggil nama saya."

Ketika dzikir hampir selesai, Sukma Hari Setiawan saya tarik keluar lewat ubun-ubunya dan saya dorong ke arah yang dituju. Setelah selesai, waktu sukmanya kembali ke jasadnya Sukmanya kesulitan masuk, karena dicegah dan diganggu oleh Jin tersebut. Akhirnya sukmanya saya tarik dan masukkan ke jasadnya.

Lalu sayapun bertanya, "Apa yang kamu temui dan alami waktu ragasukma barusan...?"

Hari Setiawan menjawab, "Waktu saya sampai ke padepokannya ternyata banyak sekali penghuni ghaibnya. Di situ ada sosok orang tua yang memakai Surban dan berjubah putih tubuhnya memancarkan Cahaya. Ketika saya lihat dan fokus sambil membaca Laa ilaha illallah, makah wujudnya berubah. Jubah putinya menjadi hilang yang terlihat adalah tubuhnya yang merah menyala, dari dalam surbannya muncul dua tunduk, taring-taring dari mulutnya muncul semakin jelas.

Jin tersebut berkata, "Sampaikan kepada yang menyuruhmu, kenapa ikut campur tangan urusanku, menyingkirlah jangan menggangguku."

Hari Setiawan menjawab, "Kenapa kamu berbuat demikian...?"

Jin tersebut menjawab, "Agar mereka tersessat."

Hari Setiawan berkata, "Aku hanya menyampaikan pesan, agar kamu melepas belenggu kepada ustadz yang doktor tersebut."

"Tidak bisa, jangan ikut campur urusanku." Kata Jin Ifrit tersebut.

Hari Setiawan menuturkan, "Lalu kulihat ternyata para pengikut "Wali" tersebut masing-masing dibelenggu dilehernya dan terhubung dengan Jin tersebut. Setelah itu sukmaku kembali ke tubuhku, tapi sangat sulit sekali karena oleh jin tersebut dikacau. Untungnya sukmaku Anda tarik sehingga bisa masuk kembali."

Hari Setiawan bertanya, "Itu jenis Jin apa..?"

Sayapun menjawab, "Itu jenis Jin Ifrit, umurnya sangat tua dan sangat canggih dalam menyessatkan manusia. Dahulu mereka hidupnya di "Langit-langit Ruhani", karena mereka membangkang dengan perintah Allah tidak mau sujud kepada Nabi Adam karena sombong akhirnya diusir oleh Allah.

Jin Ifrit itu sangat cerdas dalam menjebak pejalan ruhani, dia juga bisa "membuat" tiruan alam ruhani, mengaku para wali, mengaku Malaikat bahkan mengaku Tuhan. Bagi siapa saja yang niatnya tidak murni dan tulus karena Allah dalam laku ruhaninya, maka akan mudah dijebak dan dibegal oleh mereka.

Waktu kamu tadi ke sana apakah wajah dan bentuknya hampir mirip dengan foto ini dan punya berewok dan berjenggot...?"

Hari Setiawan menjawab, "Ya mas, hampir mirip modelnya dengan foto tersebut. Lalu apakah para muridnya khususnya Ustadz yang doktor tersebut bisa pulih sadar kembali...?"

Sayapum menjawab, "Mereka semuanya bisa pulih dan sadar kembali dengan syarat pertama jangan mendatangi tempat gurunya tersebut, kedua jangan memakan dan meminum air yang disuguhkan gurunya dan yang ketiga jangan mengirimkan fateha ke gurunya.

Jika ketiga syarat tersebut dilaksanakan maka dia akan terputus dengan pengaruh sihir dari Jin ifrit yang membekingi gurunya tersebut. Ibarat ngecas HP. ketika masih sering mendatangi gurunya dan makan minum di sana serta sering kirim fateha, maka enerji sihir Jin tersebut masuk dan memenuhi jiwa dan pikirannya.

Sihir Jin itu bersifat sugesti seperti hipnotis sehingga mengendalikan alam bawah sadar yang bersangkutan dan masuknya enerji tersebut karena sering melihat dan mendengarkan gurunya berceramah. Sehingga enerji jin tersebut akan mempengaruhi para penonton dan pendengarnya.

Akan tetapi jika rosomu kuat, maka kamu akan bisa merasakan setiap ucapan dan ceramahnya akan mengandung enerji yang ada sengatannya sangat halus dan lembut. Begitu juga jika mata ghaibmu terbuka maka akan dengan mudah mengenali mereka."

Wah kenapa kita bahas yang halu-halu, akhirnya kita ikut halu juga, gara-gara membahas orang yang sedang Halu. Jadi bagi para pembaca abaikan saja tulisan ini, anggap saja halu dan jangan dipercaya. Tapi apa yang saya tulis ini, benar-benar kami alami.

Semoga kita semuanya selalu dilindungi oleh Allah dan istiqomah dalam shirotol Mustaqim.
Semoga hati kita semakin bercahaya.

Hanya itu Infonya Massseh...!$$$@!. 

(Cahaya Gusti)

*fb