AYO BONGKAR.... FILM "KODRAN KADRUN" DENNY SIREGAR

FILM "KADRUN" DENNY SIREGAR

Oleh: Balyanur (Bang Rojak)

Oke saya bantu viralkan cuitan DS ini. Inilah promosi terdungu dalam sejarah promosi film. Bikin film itu pake duit bukan pake daun. Sebesar apa sih gaji Buzzer? Pasti ada bandar besar di belakang DS yang menggelontorkan uang untuk kepentingan tertentu. Nah, kalau bicara "untuk kepentingan tertentu", uang nggak jadi masalah besar. Mau rugi atau untung yang penting sudah bisa menyebarkan kegenitan radikal radikul.

Kalau pakai asumsi minimal bisa balik modal, maka menunjuk DS jadi jubir film ini sama saja dengan membuang-buang uang cuma-cuma. Coba ihat saja promonya, belum apa-apa sudah menghina kelompok yang mungkin juga berpopotensi akan jadi penonton. Gimana mau nonton kalau belum apa-apa sudah dihina duluan?

DS adalah lambang perpecahan yang “dipelihara” negara, maka kelompok yang berseberangan dengan pemerintah sudah hampir pasti nggak sudi nonton film ini. Kalau toh harus terpaksa nonton untuk kepentingan mengeritik film itu. Artinya, hanya pengikut akun DS yang mau nonton film ini. Berapa jumlah pengikut akun DS?

Sebutlah angka jutaan misalnya. Berapa jumlah pengikut yang sepaham dengan DS? Ambil angka mayoritas, 75 persen. Dari 75 persen berapa jumlah yang mau nonton atas anjuran DS? Bisa kurang dari 30 persen! Nggak percaya?

Mereka cuma jago di medsos. Dulu pernah ada promotor bikin acara mempertemukan DS, Ade Armando, Abu Janda, Niluh, dan entah sejumlah tokoh BuzzeRp lainnya. Kalau follower mereka digabung, nggak muat tuh JIS bahkan sampai parkir luar pun akan berdesakkan. Tapi apa yang terjadi? Bangku yang nggak sampai duaratusan hanya terisi oleh puluhan mahluk fans buzzzer.

Nah. Membaca cuitan Densi soal film ini semakin menjadikan film ini sebagai alat propaganda kaum kolam. Kalau sudah urusan Cebong dan lawan Cebong mau sementereng apa pun nama sutradara Rudi Soejarwo, mau seterkenal atau seganteng apa pun nama Nicholas Saputra, mau secantik apa pun Ariel Tatum sudah pasti ketularan jelek oleh aura buruk Denny Siregar.

Beda dengan Nusa & Rara yang dibikin tanpa latar belakang permusuhan, tapi dibantai habis di medsos oleh BuzzeRp. Film Nusa & Rara yang dibikin dari niat tulus untuk bikin film edukasi untuk semua orang tanpa sekat kolam dan daratan, maka hasilnya pun dapat diterima baik oleh masyarakat penonton mau pun praktisi film.

Film Sayap-Sayap Patah yang dimulai dari rasa kebencian satu kelompok dengan kelompok lainnya, pasti isinya sarat dengan kebohongan walaupun diklaim sebagai fakta. Fakta yang ditambahin bumbu penyedap mulut amis BuzzeRp. Nggak akan jadi apa-apa. Sebagai sebuah karya seni akan mati jadi bangkai di tengah pertarungan kebencian antar kelompok yang nampaknya sengaja dipelihara dan dibiayai oleh entah siapa yang menggelontorkan dana untuk pembuatan film ini.

Mungkin Anda bertanya, kenapa cuitan promo film ini harus diviralkan? Bukankah malah membantu mereka? Ini asusmsi yang salah. Jangan anggap semua pengguna medsos kenal dengan DS sebagai pemecah belah bangsa. Lebih banyak pengguna medsos yang mau membaca urusan beginian kalau sudah viral.

Dengan viralnya cuitan ini, masyarakat bisa disadarkan bahwa film ini dibikin bukan untuk persatuan bangsa tapi untuk memelihara perpecahan. Film ini khusus dibuat untuk satu kelompok atau satu golongan saja. Cuitan Densi ini malah mempersempit segmentasi penonton.

Bukan mustahil suatu saat mereka juga akan bikin film KM 50 versi mereka yang isinya mencaci maki 6 laskar yang dibunuh, sebagaimana cuitan DS setelah pengadilan membebaskan para pembantai di KM 50.

DS harus diviralkan, harus dibongkar profilnya agar masyarakat medsos melek bahwa setiap cuitan DS adalah sudah pasti sampah!

(fb)