BELAJAR TOLERANSI LEWAT KOMIKA ABDUR

BELAJAR TOLERANSI LEWAT KOMIKA ABDUR

Oleh: Azwar Siregar

Sebelumnya saya menganggap semua Komika itu cuma Pelawak Murahan. Karena banyak Komika yang mungkin saja karena kekurangan materi sering menjadikan Agama sebagai bahan banyolan.

Parahnya ada beberapa Komika yang bahkan sampai lompat pagar. Menjadikan Agama dan Iman orang lain sebagai bahan candaan.

Sebut saja si Coki Pardede. Napi Narkoba yang kemarin ditangkap karena menyabu lewat dubur. Menjijikkan.

Pasangan Komika si Coki Narkoba ini adalah Tretan Muslim. Kalau ngga salah adalah Anak Madura. Daerah yang sangat kental nilai-nilai Islaminya.

Tapi sayangnya si Tretan ini sangat sering membuat Umat Islam marah. Bersama si Coki. Atas nama Komedi sudah berkali-kali menjadikan Islam sebagai bahan candaan dan lawakan.

Mereka bahkan membuat Majelis Lucu Indonesia. Mungkin memang tidak ada kaitan atau maksud untuk menyindir Majelis Ulama Indonesia. Atau Majelis Permusyawaratan Rakyat. Tapi coba ketik di google "Majelis Lucu". Yang keluar adalah kaos provokatif bertuliskan "Non Kafir".

Tadi saya menonton penampilan Abdur di Acara Somasinya Deddy Corbuzier. Keren. Abdur membawakan tema Agama. Tapi tidak sedikitpun menggurui apalagi sampai menyindiri syariat Islam. Bahkan Abdur mengecam Coki dan Tretan yang selalu jadi provokator.

Ada dua statement Abdur yang saya berikan jempol.

Pertama:
"TOLERANSI itu Bersatu dalam kemanusiaan, tapi masing-masing dalam ibadah"

Luar biasa. Begitu sederhananya kata-kata ini. Dan seharusnya sangat mudah untuk dipahami.

Abdur mengkritik seorang sahabatnya Komika beragama Katholik yang protes terhadap ceramah seorang Ustadz yang mengharamkan Musik.

Loh, apa urusannya sama si Komika yang Katholik?

Karena andaipun Islam secara keseluruhan mengharamkan Musik, seharusnya tidak ada masalah bagi si Komika yang Katholik. Karena syariat Islam cuma mengikat Umat Islam.

Kalau boleh saya tambahi contoh lain. Islam mengharamkan Babi. Apa ini jadi masalah bagi yang Non Muslim?

Ya nggalah. Selama ini saudara-saudara kita yang Non Muslim bebas-bebas aja makan babi. Bahkan saya mengenal beberapa orang kawan yang beragama Islam tapi suka juga makan babi.

Sayangnya selama ini banyak saudara sebangsa yang Non Muslim terang-terangan menolak Syariat Islam.

Saya benar-benar heran. Apa urusan mereka ya?
Kalau menurut Abdur, kalau mau ikut keberatan, minimal syahadat dulu lah, ha..ha..ha..

Jadi prinsip Toleransi ala Abdur sangat keren.

Sayangnya, jangankan antar Umat Beragama. Sesama umat Islam saja sekarang ini sering terjadi sikap Intoleran. Sebut saja Pencabutan Plang Muhammadiyah di Banyuwangi oleh sekelompok orang-orang dungu.

Prinsip Abdur yang kedua adalah, Komedi seharusnya mendamaikan dan menyatukan yang terpecah. Bukan seperti Komedi yang disuguhkan oleh Coki dan Tritan. Mereka malah membuat orang yang bersatu dan berdamai jadi ribut dan terpecah.

Ente keren Bro.

Note:
Yang mau menonton Penampilan Abdur, masuk aja ke Akun Youtube Somasinya Deddy Corbuzier

[VIDEO]