Gaji Dosen Indonesia Dibanding Malaysia, Bikin Nangis

GAJI DOSEN
 
Gaji Tetap dosen di Indonesia itu umumnya pakai benchmark PNS, yakni Rp.3 juta-an. Kampus swasta di Jogja begini umumnya.

Sama tunjangan dan ngajar itu kira-kira THP (Take home pay/total penghasilan) sekitar 5-6 juta/bulan. Itupun bergantung ngajarnya berapa banyak SKS. Kalo dikasih sedikit SKS, ya THP nya juga sedikit.

Maknanya, kalo mau tambah sejahtera berarti dosen harus mengusahakan variabelnya. Diantaranya ya:

1. Ngajar lebih banyak kelas (ini bergantung dari kongkalikong sama yg punya power di prodi)

2. Bikin penelitian dan publikasi (besaran insentif ini lagi-lagi bergantung siapa yg punya power, alias politik)

3. Kerja tim (ini juga like or dislike)

Tiga di atas itu sifatnya VARIABEL dan POLITIS.

Kalo mau dapat THP Rp.15 juta ke atas, dosen harus jadi workaholic. Ngajar gila-gilaan, publikasi jor-joran, kerja tim dah kaya robot. 

Ngajar 20 SKS lebih itu gila. Belum ditambah penelitian dan SK kerja tim yg sifatnya harus mau gak boleh nolak. Sekali nolak bsk gak dikasih lagi SK Tim.

Tahun-tahun lalu saya coba kerja macam robot seperti itu. Terutama dalam hal riset dan publikasi. Saya di kantor itu sampe malam, pulang-pulang kantor lgs buka laptop lagi. Bangun pagi lgs buka laptop lagi. Di kepala saya isinya cuma riset. Lagi berak juga mikir riset.

Publikasi Scopus saya banyak banget tahun lalu. Penulis pertama dan koresponding. Itu ada pengorbanannya. Saya mengorbankan keluarga saya tau. Untuk dapat uang yg sepatutnya agar kehidupan bisa ideal.

Tapi saya merasa gaya hidup begitu sangat tidak sehat. Untuk kesehatan fisik, mental juga kesehatan hubungan keluarga. Saya mencoba berhenti dari lifestyle toxic seperti itu.

Pimpinan perguruan tinggi itu harus mendesain cara gimana caranya dosen dapat penghasilan FIXED minimal Rp.15 juta/bulan belum sama variabel dan tentu diluar serdos. Tanggung jawab pimpinan agar dosennya itu hidup manusiawi dan layak.

Btw, kalo menjabat struktural di posisi pimpinan mah enak.. THP bisa Rp.15 juta ke atas. Lah, posisi pimpinan itu POLITIS. Gak semua orang bisa dapat.

Ini saya lagi bicara profesi dosen, yang pendidikan minimalnya S2 dan S3, harus pandai mengajar dan menulis, yang otomatis bahasa Inggris juga harus lancar.

Mon maap jangan malah bilang, "kami guru/buruh digaji Rp.3 juta bersyukur kok". Lah guru/buruh dan dosen beda proses inputnya.

Di Malaysia gaji tetap dosen kisaran RM 5000-5500 atau kisaran Rp.16 jutaan. Gaji tetap itu lho, diluar tunjangan.

Duh, jangan kamu malah bilang, "Jangan bandingkan dengan Malaysia!!"

Lah kalo gak bandingin sama Malaysia terus sama siapa? Singapura? Lebih parah nanti. Brunei? Jauuuh parahnya. Masa mau bandingin sama Timor leste? Berarti maunya se level Timor Leste ?

Btw, beberapa perguruan tinggi swasta besar di Jakarta beda konteks ya 😊

(Hendy Mustiko Aji)