Penuturan Dosen Pelajaran Agama: Memprihatinkan... REALITA Kondisi Mahasiswa Kita... 2/3 Tidak Shalat Subuh

Oleh: Jauhar Ridloni Marzuq (Dosen)

Mengajar materi Agama di perguruan tinggi memang dilema. Kalau ikut silabus, materi yang harus saya ajarkan luar biasa hebat.

"Bagaimana Islam menghadapi tantangan modernisme?"

"Bagaimana membangun peradaban Qurani?"

"Bagaimana membumikan Islam di Indonesia?"

Dan lain sebagainya yang dengarnya saja ngeri-ngeri sedap.

Tapi kalau mengikuti kenyataan di lapangan, kita harus banting setir 180 derajat. Ketika saya tanya Rukun Islam dan Rukun Iman dengan urutan yang benar saja, banyak mahasiswa yang kelabakan.

Puncaknya tadi pagi ketika saya iseng tanya ke mereka: "Siapa yang pagi ini TIDAK Shalat Subuh?"

Dari sekitar 60 mahasiswa, hanya 20 yang tidak angkat tangan! 

Itu artinya ada 2/3 tidak shalat subuh. Lebih parah lagi mereka angkat tangan sambil cengar-cengir seakan-akan tak berdosa.

Bagaimana saya mengajarkan cara membangun peradaban Qurani, jika 2/3 dari mereka, Shalat Subuh saja tidak bangun?! Bagaimana mau membumikan Islam di Indonesia, wong Islam di diri sendiri saja masih berantakan.

Akhirnya 2/3 mahasiswa ini saya suruh mereka berwudhu, berdiri dan membuat shaff untuk shalat berjamaah. 

Salah satu mahasiswa bertanya: "Pak kita Shalat Dhuha atau Shalat Subuh?"

Dengan agak dongkol Saya jawab, "Kamu itu tidak mandi tapi mikir pakai parfum! Ya shalat Subuh lah."

Akhirnya seperti yang di foto ini. Mereka pun shalat subuh pukul 8.30.

(fb)