[CATATAN] GAGALNYA HARAKAH ISLAM & HARAPAN KEBANGKITAN TURKI-ERDOGAN

Oleh: Wildan Hakim

Mesir, Sudan, Tunisia, Yaman dll menunjukan Gagalnya (Setidaknya sampai saat ini) masyru’ Islam siyasi

Abul Hasan Ali Annadawy pernah memberikan Catatan dan Rekomendasi bagi Harakah Islamiyah untuk lebih berkonsentrasi Dakwah dan Takwinul Ummah sebagai tahapan merekontruksi ulang muassatul ummah; institusi keummatan paska dibubar paksakannya khilafah Turki Utsmani 1924. 

Beliau melihat bahwa Harakah Islamiyah terlalu pagi untuk membenturkan diri dengan Proyek Imprialis Barat di “kawasan” paska kegagalan perang salib berjilid-jilid dengan berbagai edisinya untuk alqadhaa ‘alal ummah wa hawiyyatihaa al islaamiyah; mengeliminasi ummat dan edintitas keislamannya. Bahkan kemudian barat belajar dari kekalahan asshidaam almubaashir (benturan langsung dengan ummat Islam) dan berupaya untuk mengubah strateginya menjadi asshidaam alghairu almubaasyir (benturan tidak langsung) melalui proxy pemerintahan boneka, mengimplan negara zionis di jantung dunia Islam sebagai alat kontrol kawasan dan agar kawasan menjadi "conflict zone" yang abadi dan chaotic. 

Dalam hal ini beliau mengingatkan akan pentingnya Manhajiyah “Kuffuu Aydiyakum Wa Aqiemus Shalaah” (Menahan Diri Untuk Tidak Tergesa-Gesa & Terprovokasi agitasi musuh-musuh ummat) plus Manhajiyah Qiraaatil Ahdaats (membaca situasi kondisi & konstelasi yang ada /fiqhul waaqi’) agar tidak terperosok ke dalam lubang yang sama lebih dari dua kali. 

Beliau juga merekomendasikan kepada Harakah Islamiyah untuk tidak masuk terlalu jauh ke wilayah pertarungan politik domestik. 

Pertama; Karakter Dakwah Itu Menyatukan Sedangkan Politik Itu Memecah Belah. Mengkompromikan keduanya satu hil yang mustahal kalau tidak dikatakan membutuhkan waktu yang panjang. 

Kedua; Ummat ini perlu dikembalikan keimanannya kepada Islam sebagai Minhaajul Hayaah dan sangat perlu dikembalikan kepercayaan dirinya paska kolonialisme Barat. 

Ketiga; Barat dan Antek-anteknya tidak akan membiarkan Para Aktifis Islam menggenggam kekuasaan. Kehadiran dan sizenya selalu dikontrol dan dibonsai hadir sekedar dekorasi demokrasi saja. 

Keempat; Ketika basis keummatan dan kebangsaan tidak kokoh, Harakah Islam akan digiring dan diskenariokan berbenturan dengan ummat dan anak bangsanya. 

Sekian dekade lamanya Harakah Islamiyah sepertinya tidak pernah belajar dari kesalahan yang sama dan bahkan terperosok ke lubang yang sama lebih dari dua kali bahkan berkali-kali…. 

Sepertinya paska hengkangnya AS dari Afghanistan setelah keok dari pejuang Thaliban. USA akan lebih berkonsentrasi untuk mengambil Kebijakan Politik untuk meredam ancaman China dan dengan perlahan Barat mengurangi tekanannya kepada dunia Islam. Dan ini harus dimanfaatkan oleh Harakah Islamiyah untuk berupaya membangun dialog dengan USA atau Barat secara umum untuk keluar dari trauma "clash of civilizations" menuju "dialogue of civilizations". 

Kebijakan USA untuk merekonstruksi ulang kebijakan luar negerinya dengan berhadapan langsung dengan The Raising New Enemy (China) harus dimanfaatkan sebagai "Fase Hudaibiyah" untuk lebih berkonsentrasi penuh untuk mendakwahkan Islam ke USA dan dunia Barat pada umumnya. 

Barat sedang bingung siapa penerus USA yang sedang declining (mengalami fase kejatuhan) sebagai representasi hegemoni peradaban Barat. 

Dunia Islam yang bangkrut bukan lagi sebagai lawan apple to apple untuk menguras energi dan cost supremasi mereka. 

USA menemukan inteligen, pasokan logistik dan senjata china di Afghanistan dan bahkan juga Rusia yang mewarisi sakit hati porak porandanya imperium Uni Soviet. 

Barat tidak ingin USA hancur luluh lantak karena Afghanistan dan itu yang diwanti-wantikan pemimpin Eropa pada kunjungan Biden terakhir…. USA adalah harapan terakhir supremasi dan hegemoni Barat. Negara Barat tidak ada yang berani maju memegang tongkat estafeta seperti ketika The Great Britain sudah mulai loyo dan lelah, saat itu tongkat komando diambil alih the new raising star; USA. 

Demi Allah sebentar lagi kita melihat USA dan Eropa menjadi Ardhul Islam; sebagaimana yang dinarasikan baginda Rasul bangsa Ruum (baca: Barat) jelang the end of the day berbondong-bondong masuk ke pangkuan Islam; Afwaaja…. Dan sebentar lagi kota Roma akan difutuhkan  oleh cahaya dakwah Islam. Dalam hal ini Syaikh Yusuf Qardhawi mengatakan... kalaulah Konstantinopel difutuhkan dengan pedang dan meriam, maka Roma akan difutuhkan dengan cinta, ilmu dan dakwah.

Harakah Islamiyah harus terdepan dalam memanfaatkan momentum Hudaibiyah ini untuk totalitas dalam Khitaab Da’wi-nya. Setan itu musuh kita sedangkan USA adalah Mad’u dakwah kita. 

Kemudian terakhir, Harakah Islamiyah harus mendukung sepenuhnya Proyek Turki Baru Erdogan sebagai Masruu’ul Ummah; the project of Islamic Ummah meskipun berbeda harokah tapi satu ummat satu narasi bersama. 

Penulis setelah membaca kitab Al-Arba’uun Almutawaatirah Fi Fadhaail Istanbul Alfaakhirah (Kompilasi 40 hadits mutawatir Mengenai Keutamaan Kota Istanbul) karya Assyaikh Hakim Almuthairi - menyimpulkan bahwa Istanbul adalah tangga dan pintu gerbang menuju kebangkitan peradaban Islam, ‘audatul khilaafah ‘alaa minhaajin nubuwah, kembalinya Baitul Maqdis ke pangkuan kaum muslimin, futuhnya Roma dan bahkan Barat secara keseluruhan biidznillah….(*)

Baca juga :