Rocky Gerung: Saya Harap Jokowi Tetap Pelihara Politik Oligarki

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pengamat Politik Rocky Gerung dan Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun berbincang-bincang perihal Habib Rizieq Shihab yang dirasa membuat Istana kelabakan.

Rocky Gerung mengatakan, kini Habib Rizieq tinggal menunggu momentum yang tepat untuk melebarkan sayap politiknya. Dia menyinggung soal politik oligarki yang menurutnya erat kaitannya dengan Presiden Jokowi.

"Jadi Habib Rizieq cuma menunggu momentum aja. Tergantung Jokowi mau membuka pembicaraan, mengubah politik oligarki," ujar Rocky Gerung seperti dikutip Suara.com dari tayangan dalam kanal YouTube Refly Harun.

"Tapi saya harap Pak Jokowi tetap memelihara politik oligarki, buzzer-buzzer tetap arogan. Biar dipercepat.....," sambungnya diiringi tawa Rocky Gerung dan Refly Harun.

"Dipercepat pembuluh darah. Kan ini konsekuensinya," tukas Rocky Gerung.

"Ini yang dipercepat pecahnya pembuluh darah ya, bukan yang lain," kata Refly Harun menegaskan ucapan Rocky Gerung.

Dalam bincang-bincang itu, Rocky Gerung juga menyebut Habib Rizieq membuat Istana susah tidur.

Pasalnya, menurut dia Istana selalu terngiang-ngiang dengan Habib Rizieq kedepannya akan seperti apa.

"Itu nama yang bikin istana susah tidur karena terngiyang-ngiyang terus di kuping mereka. Besok Habib Rizieq ngundang siapa, mengucapkan kalimat apa, besok Habib Rizieq diwawancara siapa," terang Rocky Gerung.

"Istana kehilangan fokus karena ada sumbu politik baru yang akan tumbuh nasional," tukas Rocky Gerung.

Perihal munculnya sumbu politik baru, Rocky Gerung lantas menyinggung keberadaan Gatot Nurmantyo yang sebelumnya juga banyak disorot publik.

"Sumbu pendek atau sumbu panjang?" tanya Refly Harun.

"Sumbu pendek karena hanya dari Menteng ke Petamburan. Gatot Nurmantyo dan Habib Rizieq," balas Rocky Gerung.

Rocky Gerung menerangkan, Habib Rizieq nantinya akan datang pada momentum yang tepat. [sc]