Kisah di Balik Foto Erdogan Ajari Cucunya Mengaji, Selamat Dari Upaya Pembunuhan

[PORTAL-ISLAM.ID] Presiden Recep Tayyip Erdoğan pada 9 April 2017 mengatakan bahwa sebuah foto yang menunjukkan dirinya sedang mengajar Alquran kepada salah satu cucunya diambil pada malam upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016.

“Ini adalah putra sulung [dari menantunya Berat Albayrak]. Foto itu diambil di Marmaris pada malam upaya kudeta yang gagal. Selama sekitar lima hari, kami tinggal di sana, saya mengatakan kepadanya, ‘Nak, kita akan membaca lima halaman (Al Quran) setiap hari di sini.’ Dia membaca Al-Quran dengan baik dan kami akan mengulanginya di sana. Masya Allah, dia perlahan-lahan sampai pada poin yang bagus. Dia mendapat pelajarannya malam itu dan kejadiannya (upaya pembunuhan) berlangsung beberapa jam kemudian,” kata Erdogan dalam wawancara dengan penyiar swasta 24 TV.

Ahmet Akif Albayrak adalah cucu Erdogan dari putrinya Esra dan menantunya Berat Albayrak.

Foto tersebut dipublikasikan oleh harian Yeni Şafak, dan langsung viral di media sosial.

Pada malam percobaan kudeta, Erdogan saat itu sedang berlibur dengan keluarganya di resor tepi pantai selatan Marmaris di Provinsi Mugla, Turki.

Bersamanya juga hadir Berat Albayrak yangt saat itu menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki. Istri Albayrak merupakan anak perempuan Erdogan, Esra.

Keluarga itu berada di sebuah kediaman pribadi yang berlokasi di dalam komplek Hotel Turban.

Kediaman itu telah digunakan oleh seorang teman lama Erdogan, politisi dan pebisnis Ibrahim Yazici sebelum dia meninggal pada tahun 2013. Anak laki-lakinya, Serkan Yazici saat ini yang memiliki kediaman tersebut.

Serkan Yazici mengatakan keberadaan Erdogan tetap dirahasiakan sejak kedatangannya dan lima hari hingga kudeta terjadi.

Erdogan telah memutuskan untuk pergi ke Marmaris dengan helikopter yang tidak memiliki tanda kepresidenan. Dia menginginkan liburan yang jauh dari mata publik.

Rumor dengan cepat tersebar setelah kedatangannya bahwa Presiden sedang berada di Marmaris – namun hanya sedikit orang yang mengetahui di mana tepatnya dia berada. Harian Turki, Sozcu, mempublikasikan laporan mengenai lokasi Erdogan. Hingga saat itu, tidak ada yang mengetahui dia ada di kota tersebut.

Sekitar jam 9.30 malam, Erdogan menerima panggilan telepon dari saudara iparnya, Ziya Ilhen. Erdogan mengatakan dia sepenuhnya tidak mengetahui upaya kudeta hingga panggilan telepon itu.

“Sesuatu sedang terjadi di Beylerbeyi. Ada rumor bahwa para tentara sedang berpatroli di Jembatan Bosphorus dan melakukan pengecekan identitas,” Ilgen memberitahu Erdogan. 

Setelah pembicaraan telepon itu, Erdogan menelepon MIT, Kepala Organisasi Intelejen Nasional Hakan Fidan, serta kepala angkatan bersenjata, Jenderal Hulusi Akar. Namun tidak ada satupun dari mereka yang bisa dijangkau.

Dia mengerti sesuatu yang tidak diinginkan sedang terjadi, namun dia tidak tahu sejauh mana situasinya.

Sekjen Partai AK Abdulhamit Gul kemudian menghubungi Albayrak dan Erdogan mengetahui bahwa jet-jet militer sedang terbang rendah di atas Ankara.

Sekitar pukul 10.00 malam, Erdogan dapat menghubungi Fidan.

“Saya dapat menghubungi Fidan sekitar pukul 10.00 malam. Dia memberitahuku informasi kasar tentang situasinya,” Erdogan mengatakan pada jaringan A Haber.

Setelah dia tahu sesuatu sedang terjadi, dia memanggil Ketua Kabinetnya Hasan Dogan dan kepala unit pengamanan presiden, Muhsin Kose.

Keduanya ikut menemani Erdogan selama liburannya.

Semua penjaga kepresidenan diberi tugas.

Rencana utama ialah untuk mengevakuasi Erdogan dari rumah itu. Tetapi tim juga memiliki rencana untuk mempersiapkan tempat perlindungan di basement untuk berjaga-jaga.

Erdogan sangat tenang, menurut Yazici.

“Saya mendatangi rumah untuk menanyakan Erdogan dan keluarganya jika mereka butuh apa-apa. Dia sedang duduk dengan mengenakan setelannya,” kata Yazici.

“Dia terus melakukan pembicaraan telepon. Dia terlihat sangat tenang.”

Albayrak, dalam sebuah wawancara, juga mengatakan tidak hanya Erdogan, namun juga seluruh orang-orang yang bersamanya terlihat tenang.

“Kami sama sekali tidak khawatir atau takut,” kata Albayrak.

Sekitar pukul 11.00 malam, Perdana Menteri Binali Yildirim menjadi pejabat pertama yang mengumumkan bahwa terjadi upaya kudeta oleh sebuah faksi militer.

Perwakilan Partai AK di Mugla, Deputi Nihat Ozturk mengatakan pada TRT World bahwa markas partai di kota-kota besar menyerukan rakyat turun ke jalan untuk melawan kudeta.

“Ketika Saya tiba di hotel, Bapak Presiden meminta saya untuk memanggil orang-orang di depan hotel dan mengambil posisi. Kami menyerukan orang-orang di Facebook, WhatsApp dan di beberapa media sosial,” kata Ozturk.

Sementara warga setempat berkumpul di dekat hotel, sebuah helikopter sedang menunggu presiden di landasan depan bangunan tersebut.

Presiden telah berhasil menggelar konferensi pers pertama, dan sangat singkat dari hotelnya sekitar pukul 00.04 dini hari.

Warga Turki turun jalan dan berbaris mengibarkan bendera Turki di Kota Marmaris, melawan usaha kudeta militer.

Konferensi pers itu direkam oleh staf kantor berita Anadolu Agency dan beberapa wartawan lokal yang ditempatkan di Mugla. Namun itu tidak mendapatkan cukup peliputan. Kualitas video terlalu buruk dan ada beberapa masalah teknis.

Jurnalis CNN Turk Hande Firat dapat menghubungi Dogan, dan menanyakannya apakah dia bisa meminta presiden tampil di televisi, secara langsung melalui aplikasi FaceTime.

Erdogan pun akhirnya bisa siaran LIVE di CNN Turk.

“Mari kita berkumpul di alun-alun dan bandara kita – dan biarkan mereka datang dengan tank-tank dan persenjataan mereka. Biarkan mereka melakukan apa yang akan mereka lakukan. Saya belum melihat kekuatan yang lebih besar daripada kekuatan rakyat,” kata Erdogan.

Beberapa orang telah turun ke jalan untuk melawan kudeta. Meskipun begitu, kebanyakan rakyat turun setelah panggilan FaceTime Erdogan itu.


Pilot Erdogan mengganti transponder radio mereka agar cocok dengan pesawat penumpang Turkish Airlines, sehingga pesawat mereka dapat membaur dengan lalu lintas udara sipil.

Dia bersama keluarganya di pesawat tersebut.

Pesawatnya kemudian diganggu oleh jet-jet pelaku kudeta, meskipun pada akhirnya mereka dibayangi oleh pesawat tempur pemerintah yang siap meledakkan jet milisi oposisi itu di udara.

Sekitar pukul 3.20 pagi, sebuah unit komando beranggotakan 38 pelaku kudeta menyerang hotel Erdogan.

Pada saat itu, presiden sudah berada di pesawat terbang menuju Istanbul.

Mereka menyerbu bangunan tersebut, membunuh dua polisi dari pasukan pengamanan presiden yang menjaga bagian belakang posisi presiden dan melukai 25 lainnya.

Tiga puluh tujuh penyerang Marmaris ditangkap dalam beberapa hari kemudian.

Erdogan tiba di BAndara Ataturk Istanbul sekitar pukul 3.30 pagi.

Bandara telah diduduki oleh para tentara pelaku kudeta dan tank mereka. Jadi jet Erdogan memutari Istanbul selatan untuk waktu yang lama dengan pola yang dipertahankan.

Pada saat dia mendarat, bandara telah dipenuhi oleh rakyat yang kemudian memberi presiden sambutan hangat.

Meskipun begitu malam belum berakhir. Bentrokan antara rakyat dan pelaku kudeta berlanjut selama berjam-jam. Kudeta akhirnya dapat digagalkan pada 16 Juli di akhir pagi.

Sumber: Turkinesia