JANGAN KASIH PANGGUNG NIKITA

JANGAN KASIH PANGGUNG

NM itu tipikal artis yang memang mencari sensasi. Dikalangan para artis, bukan rahasia umum lagi bahwa NM selalu ingin melibatkan diri dalam pertikaian. Gak malu untuk memulai, agar mendapatkan balasan dari orang yang ia bicarakan. 

Jika diladeni, dia malah senang. Terlebih saat era digital saat ini, dimana sebuah konten bisa mendatangkan uang bagi pembuatnya. Artis-artis yang sering dapat job, harus banting stir terjun ke 'dunia konten' dengan mencoba membuat video dan mempopulerkannya pada publik. Semakin ramai yang menonton, akan semakin banyak ia mendapatkan pundi-pundi. 

Seorang NM, bukanlah artis yang mempunyai karya melalui talentanya. Dirinya pernah main film, tapi gak jauh dari peranan yang mengumbar bagian tubuhnya saja. Untuk peran lain, dia gak akan mampu. 

Dan NM adalah artis yang terkenal dengan konten atau karya yang mengumbar keseronokan. Tanpa seronok, NM bukanlah sesuatu yang berarti bagi orang2 yang memang mencari hal itu pada dirinya. 

Selain seronok, NM mencari polularitas dengan menciptakan keributan sesama artis atau sosok yang jadi viral. Dengan menciptakan keributan, maka sorotan akan kepada dirinya. Dan ini sangat dibutuhkan oleh artis macam dia. 

Untuk artis yang punya wawasan, maaf berkata NM bulanlah type yang demikian. 

Kedatangan IB HRS menjadi daya tarik bagi dirinya untuk kembali dihebohkan. Semakin orang memperhatikan, NM akan semakin senang. Semakin namanya diributkan, dia anggap itu sebuah kehebatan. 

Menghina IB HRS bukan pertama kali ia lakukan. Beberapa waktu lalu, ia juga pernah demikian. Kecaman dan segala hujatan, dia tanggapi dengan berbagai candaan. Dan dia benar2 menikmati. 

Diancam dengam pelaporan? Maaf kata, ini manusia udah akrab dengan kasus pelaporan atau melaporkan. Keluar masuk penjara bukan perkara asing baginya. Dan kemungkinan, sipir penjara udah seperti saudara baginya. Saking seringnya berkunjung sebagai tahanan atau tamu dalam melihat teman. 

Tipikal dia ini termasuk kelainan jiwa. Tipikal yang sama dengan abu janda, Denny siregar, Ade Armando. Semakin dibicarakan miring, mereka akan bangga. Karena berhasil menarik perhatian.

Sangat disayangkan ketika Ustad Maher malah melibatkan diri meladeninya. NM merasa terhormat ketika ada ustad yang menantangnya perang kata-kata. Dan dia merasa tersanjung, karena wanita rendah moral seperti dirinya, dihadapkan dengan seorang ustad untuk perang terbuka. 

Secara psikologis NM telah memenangkan panggungnya. Dia berhasil menarik seorang ustad untuk berhadapan dan perang kata-kata kasar. 

Seorang NM bicara kasar dan gak ada moral, publik sudah biasa melihatnya. Ibarat melihat seekor anjing yang menyalak. Namun ketika seorang ustad ikut berkata kasar dan meladeni anjing menyalak, disini yang menjadi blunder pada diri Ustad Maher. 

Seharusnya Ustad Maher tetap dingin meladeni, dan biarkan NM menjadi santapan netizen yang sudah muak pada dirinya. Diantara pendukung ulama, ada netizen2 yang juga mempunyai karakter tukang gasss atau tukang hajar. 

Mereka inilah yang akan menyapu para penghina ulama di sosial media. Kecaman pada ulama, akan mereka balas juga dengan kecaman yang lebih ganas. 

Benar2 sangat disayangkan ketika Ustad Maher melibatkan diri. Para pembenci IB HRS, sudah kehilangan sosok yang berani dan lantang berperang dengan kita. Ketika NM hadir, para pembenci ini mempunyai kembali sosok itu. 

Disaat Denny Siregar dan Abu Janda tidak bersuara seperti biasanya, lalu NM hadir memenuhi hasrat mereka. Pastinya pernyataan NM akan diberi apresiasi. Terlebih ketika lawannya adalah Ustad Maher yang sudah dikenal ceplas ceplos bicara. Makin sumringah mereka. 

Data diri Ustad Maher akan mereka bedah, dan kegiatan disosmednya akan mereka kulik, untuk mencari senjata yang akan digunakan menghantam beliau. 

Dan mereka dapatkan hal itu ketika sebuah tweet reply Ustad Maher yang membicarakan seorang Habib dari kelompok NU. Walau sudah dijelaskan oleh Ustad Maher bagaimana tweet balasan itu muncul, bagi mereka itu sudah tidak penting lagi. 

Screen capture beredar dan disebarkan untuk menyasar orang NU. Dan gak kaget kalau orang NU langsung bereaksi. Karena selama ini kita mengenal mereka memang sangat mencintai para kyai atau gurunya. Akibatnya apa? 

NM dan para pemain dibalik layar berhasil meng'adu domba antara pecinta IB HRS dan pecinta Habib Luthfi. Siapa yang berperang? Kita sesama umat Islam jadinya. Dan siapa yang berhasil tertawa? Si wanita itu yang sumringah. 

Suka gak suka, itulah yang tersaji. Seorang wanita seperti NM berhasil membenturkan 2 kelompok umat Islam. 

Bicara kemarahan, sebagai umat pasti marah apabila sosok ulama yang dipanuti direndahkan orang. Terlebih yang merendahkan adalah orang yang akhlaknya kita ketahui memang tidak baik. Namun memberi perhatian pada orang2 macam NM, seharusnya kita memilih pada siapa kita harus meladeni. 

Saya respect pada ustad Maher, saya salut atas cara dia melawan segala hinaan terlebih pada agama Islam. Namun pada kasus NM, sedikit menyesalkan Ustad Maher ikut terpancing meladeninya. 

Karena saat ini, sosok NM malah menyelinap dan bersembunyi dibalik kemarahan orang NU yang merasa dilecehkan karena kyainya dihina. 

Laporkan NM pada yang berwajib atas kata2nya. Nanti kita akan lihat bagaimana aparat menindaklanjutinya. Jika kasus ini mentok tanpa kejelasan, ada baiknya kita tidak lagi ladeni dengan kata-kata, baik di sosmed atau di obrolan warung kopi atas segala hinaan pada ulama. 

Tuhan menciptakan tangan dan kaki, untuk memudahkan segala urusan manusia. 

Sekian...

(By Aaron Jarvis)