Habib Rizieq Kuasai Twitter Sejak Tiba di Indonesia

[PORTAL-ISLAM.ID]  Nama Imam Besar FPI Rizieq Shihab moncer di jajaran trending topic di media sosial Twitter sejak kepulangannya ke Indonesia, Selasa (10/11/2020).

Trending Habib Rizieq bersaing dengan sejumlah kata lainnya seperti #Nyusahin, #ApaKabarFirzaHusein dan Revolusi. Sebagian besar tanda pagar juga membahas tentang kepulangan Rizieq Shihab.

Pendiri FPI itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng sekitar pukul 09.00 WIB setelah terbang dari Bandara King Abdul Aziz pada pukul 19.30 waktu Saudi.

Sejumlah netizen mengucapkan selamat datang kepada Rizieq. Penyambutan ini dilakukan setelah Rizieq bertahan di Arab Saudi selama lebih dari 2,5 tahun. Dia terbang ke Saudi pada April 2017.

Kendati demikian, adapula sejumlah masyarakat yang mengeluhkan dampak dari banyaknya simpatisan yang menjemput pentolan FPI itu. Pasalnya, penerbangan dan calon penumpang di bandara terhambat saat akan menuju ke Soekarno-Hatta.

Twitter tak mencatat berapa banyak kata Habib Rizieq yang dikicaukan netizen. Namun, tagar #nyusahin ditulis 6.900 netter, #ApakabarFirzaHusein dicuit 3.000 orang dan Revolusi ditulis 6.400 orang.

Sementara itu, sejumlah politisi mengucapkan selamat datang kepada Rizieq Shihab. Beberapa di antaranya politisi Partai Gelora Fahri Hamzah dan politisi Partai Gerindra Fadli Zon.

“Ahlan wa sahlan ya Habib, selamat tiba di tanah air, tanah tempat darah tumpah melahirkanmu. Lautan manusia yang menanti kedatanganmu adalah perlambang kesabaran meredam rindu yang lama. Semoga Allah WT memudahkan bangsa ini bersatu dan menjadi jaya. Amin YRA. #WelcomeHomeHRS,” kicau Fahri Hamzah.

Fadli Zon turut berkomentar tentang pulangnya Rizieq ke Indonesia. Dia mengatakan bahwa dalam sejarah Indonesia belum pernah ada penjemputan seorang tokoh dihadiri banyak orang.

“Seingat saya belum pernah ada preseden dalam sejarah Indonesia, peristiwa penjemputan seorang tokoh di bandara dan sekitarnya dengan lautan manusia seperti terjadi hari ini. Artinya ketokohan tak melekat pada jabatan. Ada orang jadi penting karena jabatan, begitu tak ada tak penting lagi,” tulisnya.[kabar24]