Penemuan Gas Terbesar Turki "Anugerah Terindah" Yang Tak Kalah Penting dengan Penaklukan Konstantinopel


By: Dr. Nandang Burhanudin

"Kami temukan 320 miliar kubik gas di Blok Tuna-1 laut Hitam. Pada tahun 2023, gas tersebut sudah bisa digunakan rakyat Turki. Kami akan terus melakukan riset dan pengeboran di laut dan darat. Era Louizanne sudah berakhir. Bagi Eropa, apapun sikap kalian, kami siap berhadapan di meja perundingan atau di lapangan," tegas Presiden Erdogan (Jumat, 21 Agustus 2020).

Penemuan gas bagi Turki, dipandang "anugerah terindah" yang tak kalah pentingnya dengan penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad AlFatih. Alasannya:

1. Turki memiliki semua potensi kedaulatan di level regional maupun internasional

Kekurangan Turki 10 tahun terakhir adalah, ketergantungan pada suplai gas dari negara luar, dalam hal ini Rusia. Belajar dari pengalaman, Rusia menjadikan gas sebagai alat untuk menekan Turki di beberapa kebijakan.

2. Turki akan mampu menghemat cadangan mata uang asing di Bank Central

Menteri Keuangan Turki melaporkan, bahwa nilai belanja gas Turki mencapai 45 miliar dollar pertahun. Nilai fantastis dan berujung kepada nilai impor yang memerlukan mata uang asing. Ketika Turki mampu menemukan gas, hal ini memiliki makna, tidak akan ada lagi pihak luar yang mempermainkan mata uang Turki untuk kepentingan jahat.

3. Kedaulatan energi, berawal dari kemampuan SDM Turki membuat kapal eksplorasi sendiri dan kualitas R&D yang mumpuni

Menakjubkan. Awalnya Turki memperoleh kapal eksplorasi dari Korea Selatan. Tidak lama kemudian, Turki mampu memproduksi kapal riset dan kapal eksplorasi sendiri. Tercatat 5 kapal yang dibuat Turki. Ada Barbarosa, Sulaiman Qanuni, dan yang terbaru yang menemukan gas alam terbesar adalah kapal eksplorasi AL-FATIH. Hal yang membuat pihak asing hanya mengusap jempol. Praktis Turki tidak berbagi investasi dan SDM maupun alat ke pihak luar. Turki tidak tersandera. Benar-benar independen.

4. Energi nasional akan menjadi sumber utama produksi peradaban masa depan

Salcuk Bayraktar, pencipta UAV Bayraktar dan Akıncı menegaskan, "Ketika Turki berdaulat di bidang energi, maka Turki akan berdaulat di bidang teknologi, industri, produksi dan otomatis akan membuat Turki semakin bertenaga dalam menyebarluaskan keadilan, kasih sayang. Turki kuat berdaulat di segala bidang, terbukti menebar kebaikan. Kami akan terus memperjuangkannya tanpa henti."

Perlu dicatat, nilai gas di blok Tuna-1 adalah 65 Miliar dollar lebih. Menteri Energi Turki memprediksi, cadangan gas yang sama akan ditemukan lagi mengingat total prediksi gas di Laut Hitam mencapai 1,5-3 Triliunan kubik. Anehnya, sudah 6 tahun Rusia melakukan riset dan ujicoba eksplorasi di Laut Hitam, tapi didahului Turki yang baru 6 bulan.

Barakallah...

loading...