Inikah HOAX Tingkat PROFESOR Di Tingkat Mahkamah Konstitusi? Terbongkarnya Saksi Ahli 01


[PORTAL-ISLAM.ID] INIKAH HOAX TINGKAT PROFESOR DI TINGKAT MAHKAMAH KONSTITUSI?

[Video - Saksi Ahli 01 Prof. Edward Omar Sharif Hiariej di MK]

Dalam video ini – Prof. Edward Omar Sharif Hiariej (Eddy Hiariej) – tiga kali menyebut nama Le Duc Tho (Lê Đức Thọ) dengan jelas – yang katanya dibahas dalam disertasinya sebagai salah satu penjahat genosida yang pernah diadili dan dijatuhi hukuman seumur hidup oleh Extraordinary Chambers in the Courts of Cambodia (ECCC)! Sangat jelas disebutkan oleh Prof. Edward Omar Sharif Hiariej: “LE DUC THO”!

Aku mendapatkan PDF dari 2 buku yang kredibel tentang ECCC!

(1) Yang pertama adalah buku seri jurnal ilmiah internasional “International Criminal Justice Series” dengan editors: Simon M. Meisenberg dan Ignaz Stegmiller – berjudul: “The Extraordinary Chambers in the Courts of Cambodia: Assessing their Contribution to International Criminal Law”, diterbitkan tahun 2016 oleh Asser Press dan Springer. PDF tersedia di: (LINK1)

(2) Yang kedua adalah buku dari Rebecca Gidley berjudul “Illiberal Transitional Justice and the Extraordinary Chambers in the Courts of Cambodia”, diterbitkan tahun 2019 oleh Palgrave Studies in the History of Genocide. PDF tersedia di: (LINK2)

Dalam kedua buku tersebut – disebutkan berkali-kali bahwa yang diadili oleh ECCC atas kejahatan genosida di Kamboja adalah DUCH (diucapkan: DOYK) alias KAING GUEK EAV!

Beda jauh antara LE DUC THO dengan DUCH!

Tidak hanya berbeda cara mengucapkan DUC dengan DUCH! DUC diucapkan DUK, DUCH diucapkan DOYK!

Tapi juga berbeda orang!

LE DUC THO – sebagaimana dikatakan oleh Prof. Denny Indrayana (kuasa hukum 02)– adalah benar sebagai peraih Nobel Perdamaian pada tahun 1973 yang telah wafat pada 13 Oktober 1990 (https://www.nobelprize.org/prizes/peace/1973/tho/facts/)!

Selain HOAX, ini juga termasuk PENGHINAAN! PENCEMARAN NAMA BAIK!

Tidak itu saja!

Dalam video tersebut, Prof. Edward Omar Sharif Hiariej menyebutkan HUKUMAN SEUMUR HIDUP yang dijatuhkan oleh ECCC!

Padahal ECCC menjatuhkan hukuman kepada DUCH selama 35 tahun!

HUKUMAN SEUMUR HIDUP baru diberikan kepada DUCH oleh MAHKAMAH AGUNG, setelah BANDING sekitar satu setengah tahun kemudian!

Simak bukunya Meisenberg dan Stegmiller (2016), yang antara lain disebutkan di paragraf kedua, halaman 127: “Kaing Guek Eav alias Duch, former Chairman of the notorious S-21 security prison in Phnom Penh, was convicted by the Trial Chamber on 26 July 2010 and sentenced to 35 years. The judgment was appealed, but on 3 February 2012 the Supreme Court Chamber upheld Duch’s conviction and increased the sentence to life imprisonment.".

Dan dalam bukunya Gidley (2019), di paragraf terakhir, halaman 127 – juga disebutkan : “In July 2010, the Trial Chamber convicted Duch of crimes against humanity and grave breaches of the Geneva Conventions of 1949. He was originally sentenced to 35 years in prison, which was reduced by 5 years to account for his illegal detention by the Cambodian Military Court since 1999.” Selanjutnya, di paragraf ke-2, halaman 128, disebutkan juga: "In February 2012, the Supreme Court sentenced Duch to life in prison.”.

Selanjutnya – masih dalam video yang sama – Prof. Edward Omar Sharif Hiariej juga menyebutkan: "PENGADILAN (ECCC) KURANG DARI 2 MINGGU DAN HANYA (ADA) 10 SAKSI"!

Tapi jika dilihat di bukunya Gidley (2019), halaman 127, paragraf ke-2, disebutkan:

"Duch was indicted in August 2008 and substantive hearings were conducted from March to September 2009. As the ECCC reports, "During the 72 days of hearing of evidence, 9 expert witnesses, 17 fact witnesses, 7 character witnesses, and 22 Civil Parties were heard before the Trial Chamber.”.

Ternyata sidang pengadilan ECCC digelar selama 72 HARI (10 MINGGU) dan menghadirkan 55 SAKSI!

Informasi tersebut juga dikonfirmasi langsung oleh ECCC di situsnya:

https://www.eccc.gov.kh/en/articles/presentation-evidence-innbsp-ldquoduch-trialrdquoconcluded

Sedangkan Prof. Edward Omar Sharif Hiariej menyebutkan ECCC sebagai contoh "SPEEDY C
TRIAL" yang hanya butuh waktu kurang dari 2 minggu dengan hanya 10 saksi hingga menjatuhkan hukuman seumur hidup!

Informasi lebih lengkap terkait proses pengadilan DUCH oleh ECCC – langsung dari situsnya – tersedia di:

https://www.eccc.gov.kh/en/articles/all-you-need-know-about-duch-appeal-judgment

(By Desi Suyamto)

*sumber: dari fb penulis

# INIKAH HOAX TINGKAT PROFESOR DI TINGKAT MAHKAMAH KONSTITUSI? Dalam video ini (https://youtu.be/Em1eGoOiZ-0) – Prof....

Dikirim oleh Desi Suyamto pada Senin, 24 Juni 2019
loading...
Loading...