EGGI SUDJANA, ANI YUDHOYONO dan DEMOKRASI


EGGI SUDJANA, ANI YUDHOYONO dan DEMOKRASI

Oleh: Dr. Syahganda Nainggolan
(Sabang Merauke Circle)

Telpon saya berbunyi. Saya kaget yang telpon adalah istri Presiden Republik Indonesia, Ani Yudhoyono. Itu di masa awal atau tahun pertama pemerintahan SBY. "Syahganda, ini bu Ani,"  katanya. "Iya bu, saya mendengar," kataku. "Saya cuma mau menyatakan saya sedih karena Eggi Sudjana menuduh anakku terima sogokan mobil dari Haritanu," tuturnya. "Itu tidak benar. Itu fitnah," sambungnya lagi. Ok bu, jawabku, saya akan coba dekati Eggi untuk meralat pernyataannya.

Itu sekelumit percakapan saya seumur hidup dengan istri seorang Presiden.

Kemarahan SBY atas tudingan Eggi bahwa istana disuap pengusaha berbuah pasal hukum bagi Eggi. Menariknya, kemarahan SBY itu dituangkan dalam laporan dia kepada polisi. Dia melapor sendiri. Eggi dikenakan pasal penghinaan kepada kepala negara.

Perkara Eggi berjalan diranah Yudikatif. SBY sebagai Presiden dan jenderal tidak kasak kusuk membalas sakit hatinya pada Eggi. Sebaliknya, SBY berkomitmen bahwa demokrasi berjalan mengatur kekecewaannya itu, demokrasi di atas segala-galanya. Maka ditempuhlah proses hukum.

Eggi memanfaatkan celah dengan melakukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar menghapus pasal-pasal tentang penghinaan Presiden. Sebab, pasal-pasal makar itu hanya peninggalan kolonial Belanda, membuat kebodohan terus berlangsung dan kita terperangkap menjadi bangsa budak. Alhamdulillah, gugatan Eggi dimenangkan MK, dan pasal-pasal itu dihapus.

Singkat cerita, Eggi selamat tidak dipenjara, setelah PK di Mahkamah Agung memenangkan Eggi atau Eggi tidak perlu masuk penjara karena tuntutan hakim pengadilan negeri Eggi hanya di hukum percobaan.

Apakah Ani Yudhoyono marah dan kasak kusuk menghantam Eggi? Atau jenderal-jenderal disekitar SBY carmuk (cari muka)  menjilat untuk menghancurkan Eggi? Sejarah mencatat bahwa itu tidak terjadi. Soal demokrasi memang menjadi pegangan SBY dan rezimnya. (Bahkan saya mengetahui ketika Rizal Ramli menggerakkan demo di DPR 2008 sampai beberapa mobil terbakar, SBY tidak menangkap Rizal Ramli)

Untuk soal demokrasi ini, memang sejarah mencatat bahwa SBY adalah contoh yang baik.

Kenapa sekarang seenaknya menangkap Eggi? Entahlah...

Semoga Eggi tabah dan Eggi coba sempatkan mengirim surat ke Ani Yudhoyono bahwa mereka pemimpin yang komit pada demokrasi.

14-05-2019

(dari status fb penulis)