Pengusaha Dodol Garut Bantah Pernyataan "HOAX" Mendag, Tidak Benar Dodol Garut Pakai Gula Impor


[PORTAL-ISLAM.ID] Impor gula untuk industri belakangan ini kembali mendapat sorotan. Sebab volumenya mencapai 4,45 juta ton. Jumlah itu menempatkan Indonesia berada di urutan pertama sebagai negara paling besar pengimpor gula.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita berdalih, impor gula industri besar karena kebutuhannya mengalami peningkatan. Sementara, industri di dalam negeri belum bisa memenuhinya, baik volume maupun spesifikasinya.

Enggar mengklaim industri domestik tidak mau memakai gula produksi dalam negeri. “Dodol Garut gampang bulukan kalau pakai yang itu (gula produksi dalam negeri). Ini berdasarkan masukan dari pabrik Dodol Garut ya,” kata Enggar, seperti diberitakan koran Rakyat Merdeka.

Namun, pernyataan dan klaim Menteri Perdagangan ini langsung dibantah oleh pengusaha lokal Dodol Garut.

Pemilik Dodol Garut merek Picnic, H. Ato Hermanto, mengatakan, anggapan Mendag mengenai jeleknya kualitas gula lokal untuk bahan baku dodol Garut dinilai keliru. Pengusaha dodol Garut, khususnya di pabrik dodol Picnic justru memakai gula lokal karena kualitasnya lebih bagus ketimbang gula impor.

H. Ato Hermanto mewakili para pengusaha dodol Garut keberatan dan menyesalkan pernyataan HOAX dari Menteri Perdagangan.

"Saya mewakili para pengusaha dodol Garut keberatan dan menyesalkan pernyataan Menteri Perdagangan.."

"Selama ini hampir 60 tahun dodol Garut tidak pernah pakai gula impor, selama ini kami konsisten dengan bahan baku lokal. Justru kualitas gula lokal lebih baik dibanding gula impor. Karena gula impor itu kan gula rafinasi, jadi kadar airnya kadar gulanya kualitas gulanya tidak bagus, kalau gula lokal itu betul-betul natural asli gula dan memang kadar gulanya banyak kadar dan airnya sedikit jadi untuk daya tahan dodol lebih baik. Kalau gula impor tidak cocok untuk dodol, daya tahannya jadi tidak lama (cepat bulukan). Jadi gula lokal lebih baik dari gula impor," kata H. Ato Hermanto.

Selengkapnya video: