La Nyalla Lenggang Kangkung Pasca Fitnah Jokowi, Jurnalis Senior: Terus Gue Kudu Percaya Pemerintah Ini Serius Berantas Hoax?


[PORTAL-ISLAM.ID]  Pengakuan menggemparkan La Nyalla bahwa dirinya telah menjadi penyebar berita bohong atau fitnah Presiden Jokowi adalah PKI, ternyata tidak berujung pidana seperti halnya Ratna Sarumpaet. Padahal, jika ditilik dari kasusnya, Ratna sama sekali tak menghina, merugikan, apalagi memfitnah Presiden.

Ternyata, pengakuan La Nyalla ink dibarengi dengan merapatnya mantan tokoh Gerindra itu ke kubu petahana.

"Saya sudah minta maaf, dan saya mengakui bahwa saya yang sebarkan isu PKI itu, saya yang ngomong Pak Jokowi PKI, saya mengatakan bahwa Pak Jokowi agamanya nggak jelas, tapi saya sudah minta maaf," ujar La Nyalla, yang kini berada di barisan pendukung Jokowi, di kediaman Kyai Haji Ma'ruf Amin, Jl. Situbondo, Selasa 11 Desember 2018.

Padahal sebelumnya, Jokowi dengan gagah mengancam akan menggebuk orang yang memfitnah dirinya PKI.

"Ini bagaimana, kadang-kadang ya jengkel tapi cari orangnya nggak ketemu-ketemu. Awas kalo ketemu tak gebuk betul itu," kata Jokowi di alun-alun kota Serang, Banten, 14 Maret 2018.

Sikap lunak kepada La Nyalla ini menimbulkan keheranan jurnalis senior Zulfiani Lubis, yang akrab disapa Uni Lubis. Uni pun mengaitkan sikap lunak ini dengan ketidakseriusan pemerintah menangani hoax.

Sikap lunak pemerintah Jokowi terhadap para pelaku fitnah yang  kini berada satu kubu bersama Jokowi, juga menjadi keprihatinan warganet.

"Sama aja korupsi boleh..tapi kalau ketahuan balikin kasus selesai..nyebar hoax boleh tapi dukung rezim tapi kontra rezim masuk penjara.......#rezimbobrok," cuit @opaldonil.

"Padahal hoaxnya cukup parah yaa bilang presiden Jokowi turunan PKI.. tapi tetep selamat walaupun sudah jadi hoax nasional," cuit @JifaLastaNow.

"Biasa, siapapun yang merapat segede apapun kesalahanya yo amanlah. Negri gue, mpunya nenek gue," cuit @Zughrogmailcom1.