MENGEJUTKAN !! Dari Palu Gus Nur Menyampaikan Hal Yang Penting ini Kepada Seluruh Rakyat Indonesia


[PORTAL-ISLAM.ID]  Penceramah kondang Gus Nur yang berdomisili di Kota Palu, melalui wawancara video terbaru mengungkapkan hal penting kepada rakyat Indonesia, khususnya Umat Islam.

Gus Nur ditanya kenapa Gus Nur waktu ceramah di Solo beberapa waktu lalu tegas mengatakan 'Haram Pilih Jokowi'?

Gus Nur menjawab:

"Justru Saya sedang mengamalkan FATWA MUI yang dikeluarkan 15 Juni 2015 (yang tepat 12 Juni 2015 -red). Majelis Ulama Indonesia (MUI) termasuk KH Ma'ruf Amin mengeluarkan fatwa Haram Memilih Pemimpin Yang Tidak Tepati Janji. Bukan saya yang ngomong tapi MUI sendiri."

Apa yang disampaikan Gus Nur (Fatwa MUI) bisa ditelusuri di berita-berita media mainstream.

Salah satunya detikcom:

[Jumat 12 Juni 2015, 15:15 WIB]
Ini Fatwa MUI Soal Pemimpin Ingkar Janji dan yang Boleh Tak Ditaati

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa mengenai masalah strategis kebangsaan. Fatwa itu mengharamkan pemimpin yang mengingkari janji dan boleh "tidak" mentaati pemimpin yang memerintahkan sesuatu yang dilarang agama. (detikcom kurang kata "tidak")

Berikut isi lengkap Fatwa MUI dari Keputusan Komisi A tentang Masalah Strategis Kebangsaan (Masail Asasiyah Wathaniyah) dalam Ijtima' Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia V tahun 2015 tentang Kedudukan Pemimpin yang Tidak Menepati Janjinya yang disampaikan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Shaleh dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2015):

Ada 10 point (point 4 dan 9 intinya):

4. Calon pemimpin yang berjanji untuk melaksanakan sesuatu kebijakan yang tidak dilarang oleh syariah, dan terdapat kemaslahatan, maka ia wajib menunaikannya. Mengingkari janji tersebut hukumnya haram.

9. Pemimpin publik yang tidak melaksanakan janji kampanyenya adalah berdosa, dan tidak boleh dipilih kembali.

*tidak boleh dipilih kembali = HARAM dipilih kembali

Link: https://news.detik.com/berita/2940855/ini-fatwa-mui-soal-pemimpin-ingkar-janji-dan-yang-boleh-tak-ditaati

[Berikut video pernyataan Gus Nur]