7 Nasihat untuk Presiden Prabowo


[PORTAL-ISLAM.ID]  Kalau dilihat semua pertanda yang ada, hanya kecurangan yang bisa mengalahkan Prabowo-Sandi (PADi) di pilpres 2019 nanti. Tak perlu diuraikan tanda-tanda tersebut. InsyaAllah, Anda menang Pak. Baik kawan maupun lawan sudah bisa merasakan kemenangan Pak Prabowo.

Karena kemenangan yang semakin terang itulah, saya meminta dengan sangat beberapa hal berikut ini. Masukan ini bertujuan agar Presiden Prabowo tidak mengulangi cara-cara yang dilakukan oleh para penguasa saat ini.

Pertama. Jangan pernah memperalat Kepolisian, BIN, TNI atau instansi penegak dan pengayom hukum lainnya untuk kepentingan politik Anda, Pak Prabowo. Cukuplah para penguasa hari ini yang menyalahgunakan lembaga-lembaga itu. Sudah cukuplah penderitaan rakyat akibat keberpihakan Pak Polisi dan BIN seperti sekarang. Hancur kita Pak.

Kedua. Kalau nanti ada gerakan legal ganti presiden ketika Pak Prabowo yang berkuasa, biarkanlah itu berlangsung bebas tanpa diganggu. Janganlah terulang persekusi seperti yang dialami Neno Warisman. Nanti, Pak Presiden Prabowo malah perintahkan polisi agar melindungi aktivitas ganti presiden.

Jangan suruh BIN mematai-mematai gerakan #2024GantiPresiden. Perintahkan Kapolri agar memudahkan izin berkumpul atau demontrasi. Jangan seperti sekarang Ini, pihak yang berwenang berlomba-lomba mencegah deklarasi ganti presiden yang legal-konstitusional.

Jangan kerahkan preman untuk mempersekusi gerakan itu. Mau tiap hari mereka buat deklarasi ganti presiden, di seluruh pelosok Indonesia, biarkan saja Pak. Jangan diganggu sedikit pun. Kita tunjukkan kepada oposisi bahwa Presiden Prabowo adalah demokrat sejati, yang akan membiarkan rakyat berdemo sesuka hati mereka asalkan tidak anarkhis.

Ketiga. Sebagai presiden, janganlah Anda manfaatkan kekuasaan untuk menggiring aparatur sipil negara (ASN) untuk mendukung kepentingan politik Bapak. Biarkanlah para gubernur, bupati, camat, lurah, kepala desa, dan perangkat pemerintahan lainnya menilai dan menyimpulkan sendiri pekerjaan Bapak.

Jangan seperti hari ini. Ada menteri senior yang mengumpulkan para camat untuk menyampaikan pesan bahwa para camat itu harus loyal kepada Presiden. Tak perlu sampai seperti itu, Pak. Karena semua orang paham apa tujuan menteri tsb mengumpulkan semua camat pada tahun pilpres sekarang ini.

Keempat. Bapak ciptakan tradisi baru dalam demokrasi kita. Yaitu, berikan kesempatan kepada para figur yang berpotensi menjadi capres-cawapres untuk membuat pertemuan dengan kalangan ASN dan TNI-Polri di mana saja mereka mau. Supaya para figur itu bisa menjelaskan pemikiran mereka tentang cara yang terbaik menurut mereka untuk membawa Indonesia semakin jaya.

Biarkan para kandidat capres-cawapres itu berbicara di depan institusi apa saja. Dengan begini, bangsa dan negara kita bisa menjadi lebih dinamis. Kita bisa mendapatkan pemikiran yang terbaik dari calon pemimpin terbaik.

Kelima. Kalau nanti ada kelompok pendukung Anda di medsos, mohon Pak Prabowo jangan undang mereka ke Istana. Agar tidak terkesan memberikan lampu hijau kepada mereka. Jangan berpihak kepada mereka. Jika dirasakan perlu menjumpai mereka, buatlah pertemuan di luar Istana. Kalau saya malah mengusulkan agar para pemuka medsos lawan Anda yang diajak ke Istana untuk dialog santai. Jangan seperti sekarang ini, Pak.

Keenam. Begitu duduk sebagai presiden tahun depan, mohon jangan bentuk tim medsos untuk melawan cyber-army yang beroposisi ke Anda, Pak Prabowo. Cukup buat akun Facebook, Fanpage, Twitter, Instagram, dll, plus halaman blog untuk outlet kegiatan harian, pemikiran dan rencana Anda untuk kemaslahatan rakyat.

Kalau kinerja bagus dan rakyat merasa nyaman, aman dan bahagia, dengan sendirinya publik akan menyebarkan kabar baik itu. Tak perlu berpropaganda. Yang benar dan baik pasti akan muncul di mana-mana. Buktinya, sekarang ini publik tahu para atlet pencak-silat yang Bapak bina adalah peraih medali emas terbanyak di AG 2018.

Ketujuh. Mohon nanti gunakan posisi Bapak sebagai presiden untuk memberikan contoh tentang perlunya mengukur diri sebelum mencalonkan diri. Kalau tidak punya kapabilitas dan kapasitas, janganlah coba-coba merasa pantas. Janganlah maju hanya mengandalkan pencitraan oleh media milik para konglomerat yang bekepentingan.

Sebab, kalau seseorang maju sebagai capres dengan mengandalkan pencitraan tanpa kualitas pribadi, maka besar kemungkinan orang itu akan duduk sebagai presiden yang tak bervisi. Bergantung sepenuhnya pada orang sekitar. Atau dikendalikan oleh para pengusaha besar yang rakus.

Itu dulu pesan untuk Presiden Prabowo. Banyak lagi yang lain, sebenarnya. Tapi, tujuh poin ini saja dulu. Nanti setelah Bapak dilantik sebagai presiden, insyaAllah akan kami sampaikan masukan yang lebih lengkap.

Yang penting, sekali lagi, jangan buat rakyat menderita. Jangan persekusi aktivitas kelompok oposisi. Mereka bukan musuh. Sebaliknya, mereka akan menjadi pendorong agar Presiden Prabowo bekerja lebih baik lagi.

Penulis: Asyari Usman, wartawan senior