Ananda Sukarlan Ternyata Pernah Bikin Kontroversi "mengawinkan" alunan "Adzan" dengan lagu Natal


[PORTAL-ISLAM.ID] Nama Ananda Sukarlan lagi hangat diperbincangkan publik sosial media pasca aksinya walk out saat pidato Gubernur Anies Baswedan di acara Kanisius, Sabtu (11/11/2017) pekan lalu.

Usai walk out, Ananda Sukarlan yang mendapat penghargaan Kanisius tampil berpidato.

Dalam pidatonya Ananda memberikan kritik pada panitia penyelenggara yang telah mengundang Anies Baswedan.

"Anda telah mengundang seseorang dengan nilai-nilai serta integritas yang bertentangan dengan apa yang telah diajarkan kepada kami. Walaupun anda mungkin harus mengundangnya karena jabatannya, tapi next time kita harus melihat juga orangnya. Ia mendapatkan jabatannya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kanisius. Ini saya tidak ngomong politik, ini soal hati nurani dan nilai kemanusiaan," kata Ananda. (Tribunnews)

Melalui akun Twitternya, Ananda memperjelas alasan walkout saat pidato Anies.

"Memang. Saya masih cinta mantan, yaitu koh ahok. Semua org akan lakukan ini utk seseorg yg dicintai tapi tidak bisa didapatkan, bro," kata @anandasukarlan membalas netizen yang menyebut dirinya belum bisa move on dari kekalahan Pilkada DKI.

Ananda Sukarlan memang seorang Ahoker tulen.

Dia mengatakan Ahok adalah "Gubernur Jakarta yang sangat saya hormati, cintai dan kagumi," kata Ananda Sukarlan dalam video yang diunggah di Youtube saat rame sidang kasus penistaan Al-Quran.

Dari laman wikipedia, ternyata Ananda Sukarlan yang merupakan pianis terkenal dunia, pernah membuat kontroversi "mengawinkan" alunan "adzan" dengan lagu Natal.



link: https://id.wikipedia.org/wiki/Ananda_Sukarlan

***

Dalam klarifikasi melalui rekaman video yang diunggah di Youtube, pada 23 Februari 2017 (masih suasana Pilkada DKI dan kasus penistaan Al-maidah 51), selain soal karyanya "mengawinkan" alunan "adzan" dengan lagu Natal, banyak ditemukan pernyataan Ananda Sukarlan yang kurang tepat soal Islam dan tuntutan Aksi pengadilan kasus penistaan agama. (video ada di bawah). Di video ini Ananda Sukarlan mengaku dirinya seorang Muslim.

Berikut kutipan perkataan Ananda Sukarlan:

"Saya melihat Ahok waktu itu sampai menangis karena difitnah dengan keji di pengadilan, dan isunya selalu sama SARA Ahok itu China, Ahok itu non-Islam, berarti kafir."

"Dengan karya ini (Desember 2016) saya ingin menunjukan bahwa Agama yang berbeda itu bisa menyatu menjadi sesuatu yang indah melalui musik."

"Apa tujuan karya ini? Saya ingin menunjukan bahwa Islam itu tidak hanya secetek, sedangkal, sebodoh mengkafirkan orang-orang yang bukan Islam."

"Saya terus terang merasa malu bahwa caranya menggulingkan Ahok dengan cara seperti itu. Karena islam itu buat saya jauh lebih dalam, jauh lebih filosofis, jauh lebih indah daripada mengkafir-kafirkan orang dan menghujat orang bahkan memfitnah."

"Ini teriakan hati saya, berhentilah berbuat mencorang nama baik Islam."

Yang perlu diluruskan dari pernyataan Ananda Sukarlan:

- Umat Islam tidak mempermasalahkan Ahok itu China atau Kafir. Tapi karena omongan Ahok yang jelas menistakan Al Qur'an surat Al-Maidah ayat 51.

- Jadi bukan karena statusnya Ahok, tapi kelakuan/perbuatannya.

- Buktinya. Saat aksi-aksi Bela Islam, gereja malah dijagain, penganten kristen malah diantar dipayungi diayomi.

- Bahkan ada juga dari kalangan China dan non-Islam yang juga ikut serta dalam Aksi Bela Islam.

- Menyebut kafir orang diluar yang beragama Islam itu memang perintah Allah yang ada dalam Al-Qur'an.

- Kalau Ananda Sukarlan benar seorang Muslim, pasti dia tahu ada Surat Al-Kafirun, yang snagat jelas ada sebuatan 'Hai orang-orang kafir'.

- Penyebutan Kafir itu dari Allah kepada selain yang beragama Islam.

- Sama halnya di agama-agama lain juga ada istilah penyebutan untuk yang diluar agama mereka. Seperti "domba yang tersesat" dll.

- Jadi keliru kalau menyebut orang diluar Islam sebagai kafir lalu dibilang "cetek, dangkal, bodoh".

- Ananda Sukarlan menyerukan orang Islam agar "Berhenti berbuat mencoreng nama baik Islam". Seruan ini lebih cocok untuk Ananda Sukarlan (kalau benar dia Muslim) yang mendukung Ahok. Karena jelas di dalam ajaran Islam yang berpedoman pada Al-Qur'an surat Al Maidah ayat 51 sangat gamblang "Jangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai aulia". Bagi orang yang ngaku Islam tapi malah tidak mau mengindahkan Al Qur'an itu sama dengan "mencoreng nama baik Islam".

Berikut video pernyataan Ananda Sukarlan yang diposting pada 23 Februari 2017 lalu (saat masih suasana Pilkada DKI):