16 Tahun Lalu, Ade Armando Masih "Waras"


Ade Aramando.
16 tahun lalu, suami Mbak Nina ini masih "waras". Waras dalam arti akademis: bicara argumentatif sesuai kapasitas keilmuan dan pijakan logika. Bukan kayak belakangan ini; polahnya menggelikan hingga saya sangka keilmuan dia tak patut jadi rujukan.

Soal saat waras, saya respek padanya. Semasa itu ia kolumnis di koran tempatnya berkarya (Republika -red). Senyampang itu, ia bergiat memantau tayangan dan konten mesum di media massa. Media Ramah Keluarga (Marka), namanya, bernaung di bawah donasi Habibie Center. Kala itu, dosen komunikasi ini acap mendapat teror dari para kaki tangan mafia media cabul. Tapi ia bergeming (tak berubah), cuek dan jalan terus membela ruang publik agar steril dari pornografi.

Namanya juga pernah dekat dengan aktivis islamis. Tak heran ia didapuk menulis soal media di majalah Ummi. Namanya jadi satu rujukan soal media yang ramah bagi pembentukan masyarakat Madani. Ia juga pernah nasihati salah satu mahasiswinya yang berprofesi model dan aktor sinetron gara-gara pernah berpose berpakaian renang di majalah dewasa. Misai dan kacamata, meski tiada janggut, sudah memadai menempatkan ia sebagai al-Akh.

Sayangnya, itu bukan pungkas narasi.

Saya tak tahu sejak kapan persisnya ia "tergelapkan". Tahun 2008, ia masuk di redaksi Madina. Majalah populer keislaman dengan corak keislaman lebih inklusif dan "toleran". Ia mulai lantang menulis soal Islam. Bukan lagi soal media massa belaka. Di media yang sama, muncul nama Anies Baswedan, nama yang belakangan ia jahili karena berpihak di "lawan".

Saya pribadi memandang, ia hanya alamat keterbelahan pribadi. Gamang dalam meneduhkan jiwa. Sayang, ia belum mau jujur. Mending kalau ia habis-habisan merenung pemaknaaan berislam. Bila perlu mulai dari nol, konsep Tuhan, sebagaimana Ibrahim 'alayhis-salam.

(Yusuf Maulana)

___

Begitulah Ade Armando dulu. Sangat pro dengan Islam dan membela umat Islam (terutama) yang tertindas oleh kekuasaan, bukan hanya tanah air tapi dunia.

Salah satu arsip tulisan kolom Resonansi Ade Armando di koran Republika pada 12 Maret 2005 dengan judul "Shabina" menyoroti tentang pelarangan jilbab siswi di Inggris.

Shabina

Oleh: Ade Armando
(Sumber: Kolom Resonansi, Republika, 12 Maret 2005)

Shabina Begum menang, kita pantas bergembira. Shabina adalah seorang siswi yatim-piatu di Sekolah Menengah Denbigh di Luton, Inggris, yang pada 1 Maret lalu memenangkan perkara di pengadilan Inggris setelah bertarung selama dua tahun. Yang ia perjuangkan hanyalah hal sederhana: hak untuk mengenakan jilbab di sekolah.

Keputusan itu tentu pantas disambut gembira oleh bukan saja masyarakat Muslim dunia, tapi juga oleh setiap individu yang percaya akan arti penting perlindungan hak asasi manusia.

Tak semua komunitas Muslim menikmati penghargaan serupa. Di Prancis, misalnya, saat ini jilbab dinyatakan terlarang digunakan di sekolah-sekolah publik. Argumen yang dikemukakan adalah bahwa penggunaan simbol-simbol keagamaan -- tak terbatas pada jilbab -- akan mendorong tumbuhnya eksklusivisme masyarakat yang justru membahayakan kemajemukan Prancis.

Kita tentu berharap bahwa di masa yang akan datang lebih banyak masyarakat yang memilih ''jalan Inggris'' daripada ''jalan Prancis''. Dan hal serupa relevan untuk dibincangkan di negara ini.

Bulan lalu, kita mendengar Sekolah Tinggi Ilmu Statistik hanya membolehkan mahasiswinya untuk menggunakan jilbab berukuran kecil.

(Itu kutipan tulisan Ade Armando tahun 2005 di Republika. Link)

Semoga Allah SWT senantiasa memberi hidayah kepada kita semua, sebagaimana doa yang kita lantunkan minimal 17x dalam sehari...

ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ

"Tunjukilah kami jalan yang lurus."

صِرَٲطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

"[yaitu] jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni‘mat kepada mereka; bukan [jalan] mereka yang dimurkai [orang-orang yang mengetahui kebenaran dan meninggalkannya], dan bukan [pula jalan] mereka yang sesat [orang-orang yang meninggalkan kebenaran karena ketidaktahuan dan kejahilan]."

Aamiin....