Semua Salah Presiden

Semua Salah Presiden

By TERE LIYE

Ada anak yatim piatu tinggal di kandang kambing, ngurusin neneknya yg sakit2an, kasihan sekali si anak ini. Berjuang dgn berjualan gorengan. Tidak pernah dapat bantuan pemerintah. 

Maka, salah siapa? Sorry ye, sorry banget, anak kecil ini kelak di akherat bisa menuntut RT, RW, Kades/Lurah, Camat, Bupati, Gubernur, Menteri, hingga Presiden

Ada korban tuduhan palsu, contoh lainnya. Dia tidak mengedarkan narkoba, tapi sama aparat dia dituduh melakukannya. Bukti2 dibuat sedemikian rupa menyudutkan. Maka orang ini diadili, divonis, dijebloskan di penjara. 

Maka, salah siapa? Sorry ye, sorry banget, orang ini kelak jelas bisa menuntut semua aparat yang terlibat dalam proses pengadilannya, kepala polisi, kepala hakim, kepala jaksa, Menteri daaaan Presiden

Ada hutan hancur gara2 tambang, penduduk tersiksa, mencoba mencari keadilan. Ada kampung digusur demi bangun mall. Ada mahasiswa nyuap saat masuk sebuah kampus. Ada pegawai juga harus nyuap saat masuk sebuah kantor. Ujung ke ujung semua masalah di negeri ini, semua salah siapa?

Sorry ye, sorry banget, dia bisa menuntut secara hirarki dari pihak paling terdekat dengannya, hingga vertikal lurus ke atas, sampai Menteri2, Presiden

Paham tidak? 

Serius sekali loh tanggung-jawab jadi pemimpin itu. Kamu kira itu posisi buat lucu2an saja? Yang lucu itu kamu, malah rebutan. Malah janji sana, janji sini, minta dipilih. Saling sikut. Lobi2 minta surat sakti dari partai--utk kemudian partainya kamu khianati pula. Kamu pernah tidak memikirkan betapa berat tanggung-jawabnya

Kepala sekolah bertanggung jawab atas satu sekolahnya. Ketua RT bertanggung jawab atas satu RT-nya. Kepala kantor bertanggung jawab atas satu kantornya. Seorang Ayah, bertanggung jawab atas keluarganya. Maka, seorang Menteri, bertanggung jawab atas kementeriannya. Seorang Presiden, bertanggung jawab atas seluruh negaranya.

Kelak, di akherat, bahkan urusan sebutir debu pun akan dibereskan. Dengan seadil2nya. Nooo, kamu tidak bisa berkelit, ngeles, apalagi sibuk mendaftar 'apa yang telah sy lakukan agar anak yatim itu tidak tinggal di kandang kambing'. Tidak perlu, karena catatan penduduk langit sudah sangat lengkap. Bahkan mereka tahu persis apa niat sesungguhnya dari yg kita lakukan. 

Jadi, dear netizen, saat kamu menyaksikan pejabat2 pamer kegiatan di instagramnya, kamu bukan jejeritan kagum, terpesona melihatnya. Bukan kamu jilatin. Jika kamu benar2 love dengan mereka, kamu seharusnya berdoa dalam hati: 'ya Allah, semoga pemimpin2 kami ini besok hisabnya tidak berat. ya Allah, mudahkanlah urusan mereka kelak di akherat.' 

Semua salah Presiden?

Yes! Bahkan saat ada anak2 kecil buka game online penuh kekerasan. Saat ada penduduk terlibat pinjol, judol. Urusan internet ini saja, duh Rabbi, serius sekali kelak pengadilannya. Produk2 ilegal beredar di internet. Netizen sibuk membully, tanpa adab. Menteri2 terkait, Presiden, kelak juga ditanyain, kok bisa kamu membiarkannya?

Nah, kabar baiknya, biar tulisan ini adil. Jika ada anak2 tumbuh sehat, pintar cerdas karena program2 pemerintah. Maka anak2 ini bisa bersaksi kelak, jika itu dari ketua RT, RW, Kades/Lurah, Camat, Bupati, Gubernur, Menteri, hingga Presiden.

Jika ada orang yang mendapatkan keadilan di proses pengadilan, hukum ditegakkan, maka orang ini kelak bisa bersaksi, bahwa aparat2 penegak hukum, hingga Menteri dan Presiden, jika itu juga kontribusi mereka. 

Jika ada kebaikan2 di Indonesia ini, termasuk saat kalian mendapatkan kebaikan dari internet, medsos, dan itu adalah usaha kerja keras para pemimpin, penduduknya bisa bersaksi, bilang ya Allah, itu karena pemimpin kami. 

Paham?

Maka, silahkan kalian pilih deh. Mau dapat musibahnya kelak di akherat, atau mau dapat pahalanya. Hukum mau kalian tegakkan tidak? Koruptor mau diapakan? Uang negara, kekayaan alam, mau kalian jadikan apa? Pendidikan, kesehatan, kesejahteraan penduduk. 

Terakhir, kalian sibuuuk sekali berebut kekuasan itu, SUNGGUH, apa sih niatnya? Betulan karena mau mengabdi pada bangsa dan negara, atau niat sesungguhnya bukan itu. Karena demi diri sendiri dan keluarga kalian? Sorry ye, penduduk langit tidak akan keliru walau sedebu mencatat niat manusia.  

*Tere Liye, penulis novel 'Teruslah Bodoh Jangan Pintar'

(fb)

**NB: Ingat kasus pembantaian Km50? jangan dikira Presiden tidak akan diminta pertanggungjawaban di Akhirat.

Baca juga :