OHHH Harvey Moeis cuma jadi tempat "titipan".... Ini cerita orang yang kenal

Oleh: Agus Santoso

Harvey Moeis.. Dia hanya pekerja dan bekerja..

Dengan HM sebenernya saya kenal dan temen meski gak deket, kalo ketemu meeting dengan Harvey ibarat buah Apple dan Kesemek. Baju putih lengan panjang kancing atas dibuka, sepan bahan cream dan sepatu kets putih. Kulit bersih putih, lebih tinggi dan jelas lebih ganteng dari aku.

Duduk di Cafe lantai dasar gedung perkantoran ternama milik Pengusaha Tambang.

2012-2017 dengan Harvey, sebetulnya sama posisinya saat itu. Dia cuma simbol, cuma cover. Lebih berperan sebagai tukang bawa tas bosnya.

Cuma bedanya Harvey berbalut kulit dan ras dari golongan mereka, sehingga Privilegenya lebih dapet ketimbang kukit hitam mata belok sepertiku.

Maka gandengan dia sekelas Sandra Dewi, tinggal di apartemen Permata Hijau. Kalo pendapan dan penghasilan sih 11-12 saja.. cuma beda style dan beda tongkrongan saja.

Bombastis pemberitaan di Televisi bahwa Harvey kaya raya, pengusaha sukses dan tajir melintir.

Untungnya sang istri tahu diri, jarang sekali kulihat flexing di status WA, IG, atau sosmed lainnya. Bagus, dan salut buat Sandra Dewi. Dia sadar bahwa Jet Pribadi, pernikahan mewah, kekayaan lainnya adalah "titipan" yang sebenarnya titipan. Lihat gaya bicara Sandra Dewi, kalem dan gak terkesan sombong. Ya memang bukan punyanya dan bukan punya suaminya, hanya atas nama dan namanya dipake saja untuk cover.

Selain bekerja, HM ada usaha lain yang bagus juga. Cuma ya gak bisa kalo sampe beli jet pribadi. Jet itu atas nama saja yang sebenarnya ada di belakangnya.

Jadi, kasus korupsi PT Timah yang kata berita merugikan negara Trilyunan rupiah kalo mau diusut tuntas selain Harvey yang digelandang ke prodeo juga yang ada di belakangnya. Inisial pengusaha dengan 3 huruf saat ini sedang kuat-kuatnya dengan kekayaan mungkin sudah menggeser anggota 9 Naga lain menjadi cacing.

Kalo pemerintah gak ada keberanian, ya paling Harvey yang jadi tumbal. Setelah itu gak lama akan bebas.

Bukankan begitu Republik ini saat ini?

Kapan negara ini bisa diurus dengan serius?

______________
*Sayangnya rakyat memilih "berkelanjutan" bukan "perubahan".


Baca juga :