Tim Bola dan Nama Masjid di Saudi

Tim Bola dan Nama Masjid di Saudi

Jumat, 18 Agustus 2023 nanti adalah awal pertandingan di kandang Al Nassr pada musim ini.

Al Awwal Park siap menampung puluhan ribu penonton untuk menyaksikan laga Al Nassr vs Al Taawon.

Harga tiket pada tanding kali ini, dibandrol mulai 45 riyal, atau senilai Rp. 180 ribu. Untuk menonton Ronaldo, apakah harga segitu tergolong mahal?

Yang menggelitik pada liga Saudi, nama-nama klubnya mirip seperti nama masjid di kita. Aroma keislamannnya sangat kuat.

Ada Al Nassr (النصر), Al Hilal (الهلال), Al Taawoon (التعاون), Al Ittihad (الاتحاد), Al Shabab (الشباب), dan lain-lain.

Lalu Bagaimana Nama Masjid di Saudi?

Masjid di Saudi diberi nama, biasanya ada kaitannya dengan sejarah atau pewakafnya, seperti:

(1) Menggunakan Nama Sahabat Nabi

Nama-nama sahabat Nabi seperti Abu Bakar, Umar bin Khatthab, Utsman bin Affan, dan sahabat nabi lainnya, kerap dipakai untuk penamaan sebuah masjid. Baik masjid kecil maupun masjid jami'.

(2) Nama Raja dan Pangeran

Banyak masjid di Saudi diberi nama raja, pangeran atau putri raja. Penamaan ini biasanya diberikan karena pembangunannya diniatkan untuk amal jariah bagi pemilik nama tersebut.

Ada Masjid Raja Fahd, Masjid Raja Khalid, Masjid Putri Amirah Al Anud, dan lain-lain.

(3) Nama Pewakaf

Sering juga masjid diberi nama orang yang membangun masjid, nama-nama seperti Masjid Abdul Aziz, Masjid Abdurrahman, Masjid Nashir, dan lain-lain, banyak didapati. Biasanya pada prasasti dicantumkan bahwa masjid tertentu diberi nama fulan yang telah meninggal dunia.

Ada juga sebuah masjid yang diberi 2 nama, yaitu seorang suami dan istri. Ini dilakukan oleh sang anak yang membangunkan masjid tersebut diniatkan pahalanya untuk kedua orang tuanya.

(Budi Marta Saudin, WNI tinggal di Saudi)

*fb
Baca juga :