Deg-degan Muhaimin, Ujian Prabowo

Deg-degan Muhaimin, Ujian Prabowo

Oleh: Erizal

Desakan PKB agar Prabowo mengumumkan Gus Muhaimin sebagai Cawapresnya, nyaris tak terdengar lagi. Sunyi. Bunyi yang sembunyi. Kata Rocky Gerung. Artinya, nanti, bunyi itu akan kembali berbunyi. Tak sembunyi lagi.

Bergabungnya Golkar dan PAN ke Prabowo agaknya sudah dibaca PKB jauh hari. Maka sebelum itu terjadi, petinggi PKB hingga Gus Muhaimin sendiri, mendesak agar Prabowo mengumumkan dirinya sebagai Cawapres.

Prabowo bergeming. Saat Golkar dan PAN akhirnya benar-benar bergabung, PKB tak lari. Gus Muhaimin tetap hadir saat kesepakatan 4 partai besar itu disepakati. Hebat. Muhaimin mengucapkan selamat, meski tetap deg-degan.

Postur Golkar dan PAN tak main-main. Apalagi kalau keduanya sepaket pula. PKB tak sekadar deg-degan, tapi harus khawatir. Cemas. PKB harus segera membuat alternatif. Pintu keluar. Bukan mustahil daya tawar politiknya merosot.

Ini ujian kepemimpinan Prabowo. Mengusung tema persatuan langsung diuji. Jangan hanya slogan. Tapi seperti kata Gus Muhaimin juga, Prabowo-lah yang punya sejarah yang panjang. Bila menyatukan koalisi saja gagal, bagaimana pula menyatukan Indonesia. Ujian paling awal.

Deg-degan Gus Muhaimin harus cepat diatasi, tanpa mengabaikan harapan Golkar dan PAN yang baru bergabung. Ini seni kepemimpinan. Apalagi Prabowo masih membuka partai-partai lain untuk bergabung. Semua harus dibagi adil. Ini ujian kepemimpinan Prabowo.

(*)
Baca juga :