"OPERASI MEDIA" By @_Opposite6890

OPERASI MEDIA

By @_opposite6890
 
Operasi Media salah satu hal penting dalam penyebaran informasi. Maka tidak heran pada Pilpres 2014 dan 2019, PDIP memanfaatkan Metro TV yang dimiliki Surya Paloh dari Partai Nasdem.

PDIP memanfaatkan Operasi Media menggunakan Metro TV untuk menyebarkan informasi, berita yang berkaitan dengan Kampanye Politik Pilpres agar dapat menjangkau seluruh Penjuru Indonesia.

Tanpa peran Nasdem, PDIP tidak punya kekuatan Media untuk kepentingan Politiknya.

Tapi itu dulu.

Menjelang Pilpres 2024, PDIP tidak lagi bisa memanfaatkan Metro TV sebagai Operasi Medianya. Karena PDIP dan Nasdem mempunyai pilihan Capres yg berbeda. 

PDIP melakukan manuver Operasi Media, dan MNC Group yg dimiliki Hary Tanoe dari Partai Perindo menjadi target sebagai Operasi Media PDIP.

Bergabungnya Perindo ke PDIP bukan tanpa sebab, karena sejak awal, manuver Perindo bukanlah ke PDIP. 

Namun tiba tiba saja Perindo dan PDIP deklarasi Kerjasama Politik untuk mendukung Ganjar sebagai Capres. 

Perindo sepertinya tak berdaya menerima tawaran Koalisi dan Kerjasama Politik ini. Seperti ada tangan tangan atau kekuatan tak terlihat yang membuat Perindo akhirnya “terpaksa” berkoalisi dengan PDIP.

Manuver PDIP berkoalisi dengan Perindo tidak akan berjalan mulus tanpa adanya kekuatan ataupun Operasi Intelijen, yang membuat Perindo akhirnya berkoalisi.

Jika dilihat kembali tahun tahun sebelumnya, kita bisa melihat beberapa kasus Hary Tanoe yang masih “gantung” tanpa eksekusi walau sudah ada ketetapan.

Bukan saja MNC Group milik Hary Tanoe yang menjadi target Manuver Operasi Media PDIP. Tapi masih ada lagi beberapa Media lain.

Sebagai contoh asumsi.co yang konon katanya disebut sebut sebagai Media yang “Netral”

Namun pada akhirnya Founder Asumsi, Pangeran Siahaan alias Pangeran Immanuel Bonardo H mendeklarasikan dukungannya untuk Ganjar.

Asumsi dilirik sebagai Media untuk kalangan Gen-Z, Asumsi sendiri pernah mendapatkan suntikan dana yang cukup fantastis 9,4 Miliar Rupiah.

Sebenarnya tidak heran jika akhirnya Pange memutuskan mendukung Ganjar, karena dalam beberapa publish medianya sering kali mengangkat Ganjar sebagai Topik Utama. Terlebih hasil “Sure-Pay” Charta Politika milik Yunarto Wijaya yg selalu muncul dalam pemberitaan Asumsi.

Pangeran Immanuel Bonardo alias Pangeran Siahaan ini, anak dari pasangan Ir. Nelson Siahaan dan dr. Aileen Carol Panjaitan, mendirikan Media Asumsi yang banyak diminati Gen-Z. Dan diminati juga sebagai target Manuver PDIP untuk Operasi Medianya.

Operasi Media ini menjadi sistematis karena adanya dukungan Operasi Intelijen. Baik Operasi Intelijen Siber maupun Operasi Kontra Propaganda Media.

Mari kita Waspada, Jeli dan Cermat terhadap media media yang sudah menjadi Target Manuver Operasi Media PDIP.

Siapapun pilihannya, pilihlah yang terbaik sesuai dengan hati nurani.

Sedikit saran kepada Pendukung Anies Baswedan dan Pendukung Prabowo.

Hindari saling serang antara kalian, bukan tidak mustahil kegaduhan antara Pendukung Anies dan Pendukung Prabowo adalah hasil dari Operasi Kontra Propaganda Intelijen agar terus rusuh, gaduh dan saling serang.

Karena yang harus dihadapi itu bukan Anies atau Prabowo.

Tapi Ganjar yang harus dihadapi, karena menjadi jalan untuk PDIP berkuasa kembali.

Politik itu dinamis, dan belum ada keputusan KPU siapa saja Capres dan Cawapres yang akan berkompetisi.

Namun manuver dan strategi Operasi Media yg sudah mulai dilakukan perlu diwaspadai

Waspada Propaganda Operasi Media.

“Ini hanya pendapat pribadi, tidak ada paksaan untuk diikuti. Jika tidak setuju dan ingin unfoll pintu terbuka lebar.”

*Sumber 👇👇

Baca juga :