Negara Mayoritas Kristen Uganda Sahkan UU Anti-LGBT Terberat di Dunia, Ada Sanksi Hukuman Mati

[PORTAL-ISLAM.ID]  Presiden Uganda Yoweri Museveni menandatangani salah satu undang-undang anti-LGBT terberat di dunia, yang mencakup hukuman mati untuk homoseksual. 

Undang-undang tersebut menetapkan hukuman mati bagi pelanggar yang melawan hukum dan penularan penyakit mematikan seperti HIV-AIDS melalui hubungan sesama jenis. Undang-undang ini juga memutuskan hukuman penjara 20 tahun bagi mereka yang mempromosikan homoseksualitas.

Undang-undang anti-LGBT yang keras ini menuai kecaman dari Barat dan aktivis hak asasi manusia (HAM). 

"Amerika Serikat sangat terganggu dengan pengesahan Undang-Undang Anti-Homoseksualitas Uganda, sebuah undang-undang yang merongrong hak asasi manusia, kemakmuran, dan kesejahteraan semua warga Uganda," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (29/5/2023), dikutip dari CNN.

Blinken menambahkan bahwa undang-undang tersebut akan merusak "reputasi Uganda sebagai tujuan investasi, pembangunan, pariwisata, dan pengungsi," dan dia mengatakan dia telah mengarahkan Departemen Luar Negeri untuk memperbarui panduan bagi orang Amerika yang bepergian ke Uganda.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut langkah itu sebagai pelanggaran tragis hak asasi manusia. Biden mengatakan, Washington akan mengevaluasi implikasi undang-undang tersebut pada semua aspek keterlibatan AS dengan Uganda.
 
"Kami sedang mempertimbangkan langkah-langkah tambahan, termasuk penerapan sanksi dan pembatasan masuk ke Amerika Serikat terhadap siapa pun yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia atau korupsi yang serius," kata Biden.

Ketua Parlemen Uganda Anita Annet Among merayakan penandatanganan RUU tersebut, dengan mengatakan parlemen telah “menjawab tangisan rakyat kami.”

“Saya berterima kasih kepada Yang Mulia, presiden, atas tindakan tegasnya demi kepentingan Uganda. Dengan penuh kerendahan hati, saya berterima kasih kepada rekan-rekan Anggota Parlemen yang telah menahan semua tekanan dari para pengganggu dan ahli teori konspirasi kiamat demi kepentingan negara,” tambahnya.

Museveni menandatangani undang-undang itu dengan pena emas di mejanya. Museveni menyebut homoseksualitas sebagai penyimpangan dan mendesak anggota parlemen untuk melawan tekanan imperialis. 

Uganda Negara Afrika Mayoritas Kristen

Dikutip dari Wikipedia, komposisi Agama di Uganda:

Gereja Katolik Roma memiliki jumlah terbesar dari penganut (39,3%), diikuti oleh Anglikan Gereja Uganda (32%). 

Berikutnya Evangelical / Pentecostal / Born-Again 11,1%. Gereja Advent dan Protestan lainnya mengklaim sebagian besar umat Kristen yang tersisa, meskipun ada juga komunitas kecil Ortodoks Timur. Agama Uganda yang paling banyak dilaporkan berikutnya adalah Islam, dengan Muslim mewakili 13,7 persen dari populasi.

Sisa populasi menurut sensus 2014 mengikuti agama tradisional (0,1 persen), agama lain (1,4 persen), atau tidak memiliki afiliasi agama (0,2 persen).

Presiden Selama 37 Tahun
Yoweri Kaguta Museveni Tibuhaburwa (lahir 15 September 1944) adalah Presiden Uganda sejak 29 Januari 1986 hingga saat ini, atau sudah menjabat selama 37 tahun lebih.

Museveni terlibat dalam perang yang menggulingkan pemerintahan Idi Amin (1971–79) dan pemberontakan yang kelak menyebabkan runtuhnya rezim Milton Obote (1980–1985). 

Kecuali di wilayah utara negaranya, Museveni telah berhasil menciptakan stabilitas yang relatif dan pertumbuhan ekonomi di sebuah negara yang telah puluhan tahun dikelola dengan salah, dan dilanda oleh kegiatan kaum pemberontak dan perang saudara. Pada masa jabatannya juga telah dilakukan kegiatan nasional yang paling efektif untuk menghadapi HIV/AIDS di Afrika.

(*)
Baca juga :