Komentar di bawah ini mengerikan sekali...

Oleh: Ustadz Muhammad Abdun Negara

Komentar di bawah ini mengerikan sekali (gbr atas -red). Pertama, karena dia menyandingkan Ahmadiyah (yang jelas sesatnya) dengan Muhammadiyah. Kedua, karena dia "membawa-bawa akhirat" saat bermasalah dengan sesama muslim.

Saya bukan orang Muhammadiyah, cuma 'kebetulan' mengikuti pendapat yang sama dengan pendapat yang dipegang Muhammadiyah dalam kebolehan berpegang pada hisab falaki dalam penentuan awal akhir Ramadhan. Dalam sekian isu lain, terutama soal praktik ibadah, saya tidak mengikuti pandangan Muhammadiyah, bahkan juga pernah mengkritisinya.

Namun ranah ilmiah, ya harusnya tetap berada dalam ranah ilmiah. Debat dan ikhtilaf dalam fiqih, ya harus tetap dalam koridor pembahasan fiqih.

Saya pribadi, saat berbeda pendapat atau berselisih paham dengan sesama muslim, tidak berani "membawa-bawa soal akhirat", seperti komentar di atas. Bahkan terhadap orang yang menyerang pribadi sekalipun, bahkan terhadap orang yang pernyataannya sangat ngawur pun dari sisi ilmiah.

Karena meskipun menurut kita, orang tersebut pendapatnya salah, pernyataannya asal-asalan, tapi selama dia masih muslim, berbagai amal shalihnya yang lain tidak hilang hanya karena kesalahan pernyataan tersebut. Bisa jadi, dalam tema tersebut, saya yang benar. Tapi bukan berarti, saya pasti lebih dekat dengan Allah atau lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah, dibandingkan dia.

Bukan berarti, karena pendapat saya benar, saya bisa memastikan "surga sudah di tangan saya", sehingga saya bisa menentukan siapa yang mau saya ikutkan ke surga, dan siapa yang saya usir dari surga.

Bisa jadi, orang tersebut memang tidak mampu membangun argumentasi ilmiah, dan pendapat yang diikutinya lemah, tapi dia rajin tahajjud, banyak bersedekah, kuat baktinya pada orangtua, dan berbagai amal shalih lainnya, yang membuatnya mendapatkan rahmat Allah ta'ala dan masuk ke surga-Nya.

Karena itu, kalau berselisih paham dengan sesama muslim, fokus saja pada menjelaskan pendapat anda secara ilmiah, dan mengkritik pendapat atau pernyataan orang lain secara ilmiah juga. Tidak perlu "membawa-bawa akhirat", seakan anda pemegang kunci surga.

Kan mengerikan, jika doa seperti di atas dikabulkan Allah ta'ala, namun yang masuk surga adalah orang-orang Muhammadiyah tersebut...

(*)
Baca juga :