PRODUK GAGAL PENGAJIAN

PRODUK GAGAL PENGAJIAN

Oleh: Ustadz Ahmad Syahrin Thoriq

Pemilik jari yang akan merugi menulis: "Al Ghazali itu dibilang tolol/dungu/pandir/idiot koq sama adz Dzahabi..."

Saya dibuat takjub dengan kelancangan orang model seperti ini, tidakkah dia takut akan bangkrut di akhirat ketika amalnya yang tak seberapa itu dihadapkan kepada tuntutan fitnah dan kebenciannya kepada ulama?

Tidakkah dia khawatir sama sekali ancaman kematian hati, karena berani lancang mengunyah daging ulama?

Jika ada orang zindiq atau yang ngaku agamawan tapi berotak liberal, kemudian mulut kotornya menghina ulama, saya sangat bisa memaklumi. Itu sudah menjadi konsekuensi jalan kefasikan mereka.

Tapi bila ada orang yang ngaku ikut pengajian, apapun afiliasinya, terlebih lagi yang melabeli diri dengan ngaji sunnah, tapi lisannya begitu keji kepada ahli ilmu, itu benar-benar aneh dan mengherankan sekali.

Jika statusnya masih belajar agama, alangkah malang nasib guru yang memiliki murid seperti ini.

Dan kalau dia sudah berstatus pengajar agama, alangkah celakanya nasib para murid dan jama'ah-jama'ahnya.

Di akhirat orang ini akan berhadapan langsung dengan dua pihak yang ia fitnah, Imam al Ghazali dan Imam adz Dzahabi. Semoga saja dia siap, dan kalau tidak, semoga lekas bertaubat.

*Al-Imam Adz-Dzahabi (673 - 748 H) adalah seorang Ulama yang banyak menghasilkan karya. Dia memiliki sekitar 100 karya tulis, salah satunya kitab Siyar A’laamin Nubalaa’ atau ringkasnya kitab Al-Siyar, sebuah kitab ensiklopedi tentang sejarah dan biografi dari tokoh-tokoh yang berperan di dalam sejarah Islam.

Saya sampai membolak balik karya Imam adz Dzahabi terkhusus kitab Siyarnya yang memuat biografi Imam Ghazali hingga beberapa halaman.

Karena sepikun-pikunnya saya, rasanya tidak akan lupa apa yang dikatakan oleh adz Dzahabi tentang ulama besar satu ini.

Benar, bahwa Imam Adz Dzahabi itu posisinya bisa dikategorikan sebagai pihak yang banyak berhadap-hadapan dengan Imam al Ghazali secara khusus dan ulama-ulama Asy'ariyah pada umumnya.

Kritiknya begitu tajam dan kalimatnya pedas. Wajar jika ulama Syafi'iyyah dan Asy'ariyah menjadi gerah lalu menulis karya untuk balik menghajar adz Dzahabi. Yang dikenal luas paling keras dalam hal ini adalah al imam As Subki.

Namun, sekeras-kerasnya adz Dzahabi menentang pendapat al Ghazali yang ia tidak setujui, tak mungkin ulama selevel beliau memiliki etika yang rendah dalam berbahasa. Sekalipun beliau mengatakan itu, tak selayaknya dinukil sebuah ucapan yang keluar dari konteksnya.

Dan benar saja, dalam kitab Siyar jilid 19 halaman 322-323, justru Imam adz Dzahabi membuka penuturannya tentang imam Ghazali dengan kalimat penuh pujian:

الغزالي أبو حامد محمد بن محمد بن محمد الشيخ، الإمام، البحر، حجة الإسلام، أعجوبة الزمان، زين الدين، الطوسي، الشافعي، الغزالي، صاحب التصانيف، والذكاء المفرط

"Al Ghazali, Abu Hamid, Muhammad bin Muhammad bin Muhammad, seorang Syaikh, imam, lautan ilmu, hujjatul Islam, keajaiban zaman, perhiasannya agama, tinggal di Thus, bermadhzab Syafi"i, al Ghazali, pemilik banyak karya, dan orang yang kecerdasannya kelewat-lewat..."

Saya sebenarnya malas menanggapi sikap rendahan dari orang jahil lagi majhul yang entah dari planet mana ia berasal, tapi setelah ditimbang-timbang, koq ada baiknya juga sesekali mereka diberi pelajaran.

Semoga Allah menjaga kita dan anak-anak kita dari keburukan lisan yang membinasakan... 

3/1/2023

(fb penulis)