Hukum SUJUD SYUKUR Pemain Bola

SUJUD SYUKUR

Kesimpulan jawaban Mufti Mesir beberapa tahun lalu setelah menjelaskan panjang lebar tentang sujud syukur pesepak bola. 

وبناء على ذلك: فتجوز سجدة الشكر دون طهارة أخذًا بقول المالكية ومن وافقهم، والأولى لمن أراد أن يسجد سجدة الشكر أن يكون متوضئًا متجهًا إلى القبلة، وينوي ويُكبر فيهوي سجودًا ثم يُسلِّم؛ لأن الخروج من الخلاف مستحب؛ فإن باغتته النعمة وتعذر عليه الوضوء وشق عليه ترك ما شَغَلَهُ من شأنٍ، فيجوز له أن يسجد على حاله؛ متوضئًا أو لا، متجهًا للقبلة أو لا؛ تقليدًا لمن أجاز ذلك من العلماء

"...Berdasarkan penjelasan tersebut, maka diperbolehkan sujud syukur tanpa suci berdasar pendapat ulama Maliki dan ulama lain yang berkesesuaian dengan mereka. Namun yang lebih utama bagi seseorang yang hendak melakukan sujud syukur agar ia dalam keadaan berwudhu (suci dari hadats) sembari menghadap kiblat. Lalu, Ia berniat sujud syukur, bertakbir, lalu turun bersujud, kemudian mengucap salam. 

Hal ini karena keluar dari perbedaan pendapat itu disunnahkan. 

Oleh karena itu, jika nikmat tiba-tiba datang, namun ia udzur berwudhu dan sulit meninggalkan kesibukannya, maka ia diperbolehkan sujud dalam kondisinya saat itu, baik ia mempunyai wudhu atau tidak, menghadap kiblat atau tidak, sebagai bentuk taklid pada ulama yang membolehkannya."

Wallahu a'lam.

(Nur Hasim)