FIFA Tolak Permintaan Presiden Ukraina untuk Berpidato di Final Piala Dunia 2022

[PORTAL-ISLAM.ID]  FIFA menolak permintaan Presiden Ukraina, Vlodimir Zelensky, untuk membagikan pesan damai dalam final Piala Dunia 2022.

Pertandingan final Piala Dunia 2022 antara Argentina vs Prancis akan berlangsung di Lusail Iconic Stadium, Minggu (18/12/22) pukul 22.00 WIB.

Lusail Iconic Stadium menjadi salah satu stadion yang memiliki kapasitas penonton terbanyak dalam Piala Dunia 2022 di Qatar.

Mengingat, Lusail Iconic Stadium memiliki kapasitas sebanyak 88.966 kursi. Sehingga Stadion ini menjadi tempat berlangsungnya laga-laga besar di Piala Dunia 2022.

Hal tersebut berbeda dengan tempat lainnya, seperti Stadion Al Bayt Al Khor, yang memiliki kapasitas sebanyak 60 ribu penonton.
Sedangkan stadion seperti, Al Janoub Al Wakrah, Education City Al Rayyan, 974 Ad Doha, Internasional Khalifa, dan Ahmed Bin Ali, memiliki kapasitas yang sama, 40 ribu penonton.

Selain itu, karena pertandingan final Piala Dunia akan selalu menarik perhatian banyak orang di dunia. Mengingat ajang tersebut merupakan yang terakbar, serta hanya digelar selama empat tahun sekali.

Baca Juga Jadi Top Skor Piala Dunia 2022, Mbappe Malah Diramal Tak Akan Punya Karier Panjang
Maka dari itu, Vlodimir Zelensky meminta permohonan kepada FIFA, agar dirinya menyampaikan pidato sebelum final Piala Dunia 2022.

“Presiden Ukraina meminta untuk diberi kesempatan untuk mengeluarkan pesan perdamaian dunia menjelang bentrokan Argentina dengan Prancis,” tulis laporan yang dikutip dari livesoccertv.

Kendati demikian, Presiden FIFA, Gianni Infantino, justru menolak permintaan Vlodimir Zelensky untuk menyebarkan pesan perdamainan, terkait konflik Rusia-Ukraina.

FIFA Tolak Pesan Vlodimir Zelensky

Sebelum gelaran terakbar selama empat tahun sekali dimulai, Gianni Infantino sudah mengeluarkan permohonan agar ketenangan di Ukraina dipulihkan selama Piala Dunia 2022.

Bahkan, ketika Piala Dunia 2022 di Qatar hampir dimulai, banyak isu yang tersebar, terkait dengan hak LGBT dan pelanggaran HAM tenaga kerja imigran dari Timur Tengah.

Sehingga, Infantino menjauhkan diri dari kampanye politik apapun dalam final Piala Dunia 2022 yang mempertemukan Argentina vs Prancis.

Ditambah lagi, FIFA juga sudah mengeluarkan Rusia dari kompetisi Piala Dunia 2022, sebelum pertandingan play-off, sekitar 9 bulan yang lalu.

Kendati demikian, hal tersebut dirasa belum cukup oleh Vlodimir Zelensky, yang sudah diberikan kesempatan berbicara dalam KTT G20 hingga Grammy Festival Film Cannes.

Namun, Gianni Infantino secara terang-terangan menolak permintaan Zelensky dengan mengatakan bahwa FIFA telah menghentikan kampanye politik di Qatar, untuk menjaga semua orang, Jumat (16/12/22).

“Kami adalah organisasi global dan kami tidak mendiskriminasi siapa pun. Kami membela nilai-nilai, kami membela hak asasi manusia dan hak semua orang di Piala Dunia.”

“Para penggemar itu dan miliaran orang yang menonton di TV, mereka memiliki masalah mereka sendiri,” ungkap Infantino dikutip dari livesoccertv.

“Mereka hanya ingin menonton selama 90 atau 120 menit tanpa harus memikirkan apapun, tetapi hanya menikmati sedikit kesenangan dan kegembiraan,” tambahnya.

“Kami harus memberi mereka waktu ketika mereka bisa melupakan masalah mereka dan menikmati sepak bola,” ujar presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelum final Piala Dunia 2022 antara Argentina vs Prancis.[indosport]