Duta Besar Pertama Rasulullah ke Kaisar Romawi

Menyempatkan diri berziarah ke makam salah satu sahabat agung, Dihyah Al Kalbi di Mazzeh, Damascus.

Sahabat ini adalah Duta Besar pertama Rasulullah ke Kaisar Romawi, Heraclius di Syam. Beliau diutus untuk menyampaikan surat yang mengajak Heraclius masuk Islam.

Coba dibaca dan dicermati baik-baik duplikat naskah surat Rasulullah yang ada di poto di bawah. Isinya simple langsung to the point.

Kalau dipikir, siapa itu Nabi Muhammad yang hidup di tengah padang pasir di Madinah, berani-beraninya menyurati Kaisar Heraclius dan mengatakan "Aslim, Taslam!" (Masuk Islamlah, maka Anda selamat!)

Kalau hari ini mungkin mirip seperti Presiden Saint Kitts and Nevis, sebuah negara entah berantah di tengah laut Karibia menyurati Presiden Biden atau Presiden Putin dan menyuruhnya untuk melucuti nuklir AS dan Rusia! 

Sahabat ini dipilih menjadi Duta Besar ke Syam karena pertama beliau pintar, kedua beliau ganteng. Jaman itu Damascus salah satu kota besarnya Romawi, orangnya gagah-gagah dan ganteng-ganteng, makanya dipilih Duta Besar yang ketika dilihat pertama dari penampilannya, orang Romawi tidak akan meremehkannya karena fisik. 

Kegantengan Dihyah Alkalbi itu sudah terkenal di kalangan sahabat, bahkan sampai ke langit, makanya dalam hadis riwayat Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah bahwa Malaikat Jibril pernah datang kepada Rasulullah dengan menyerupai wajah sahabat Dihyah Alkalbi.

Sahabat Dihyah Alkalbi menceritakan bahwa sekembalinya dari Syam, beliau membawa oleh-oleh untuk Nabi di Madinah, berupa buah-buahan yang dikeringkan, termasuk pistachio, almond, dan kue-kue kering. 

Ketika diserahkan kepada Rasulullah, Rasulullah mengatakan, "Ya Allah, datangkanlah orang yang paling kucintai diantara keluargaku untuk makan oleh-oleh ini bersamaku". 

Muncullah paman Nabi, Abbas bin Abdul-Muththalib. "Mari Paman, silakan. Barusan saya berdoa kepada Allah agar didatangi oleh orang yang paling kucintai diantara keluargaku untuk makan ini bersamaku, dan engkaupun datang", kata Nabi. Riwayat Ibnu Asakir.

Radhiallahu 'anhum ajmain.

03/11/2022

(Saief Alemdar)

*fb