Tangan patah, Kepala pusing, Muntah-muntah.. Helen Prisela korban gas air mata Kanjuruhan, Setelah 10 hari dirawat di RS kini menghembuskan nafas terakhirnya 😭

Tangan patah..
Kepala pusing..
Muntah muntah..

Helen Prisela, 20 tahun,
Korban gas air mata Kanjuruhan, Malang

Setelah 10 hari dirawat di RSUD 
Kini telah menghembuskan nafas terakhirnya... 

Innalillahi Wa Innailaihi Roji'un 😭

****

Korban meninggal dunia dalam peristiwa Tragedi Kanjuruhan menjadi 132 orang. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar melaporkan satu pasien korban tragedi itu meninggal sore tadi, Selasa (11/10/2022) sekitar pukul 14.25 WIB.

Spesialis Anestesi Konsultan ICU dr Arie Zainul Fatoni mengatakan korban meninggal dunia bernama Helen Prisela. Korban meninggal karena mengalami oksigenasi.

dr Arie Zainul mengatakan korban sudah dalam kondisi menuju kritis sejak dirawat di RSUD Saiful Anwar.

"Karena masuk sudah dengan multi trauma, kemudian ada pendarahan di organ dalam," ujarnya.

Korban Helen Prisela (20) sudah mendapatkan perawatan selama kurang lebih 10 hari. Korban merupakan warga Dusun Banjar Patoman, Desa Amandanom Kecamatan Dampit, Kab. Malang, Jatim.

"Kami ucapkan belasungkawa terhadap meninggalnya Helen Prisela pukul 14.25 WIB, karena mengalami oksigenasi yang ke paru-parunya sangat jelek, sehingga mengalami gagal napas akut," ujarnya sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa, 11 Oktober 2022.

Gagal napas akut yang dialami korban disebabkan oleh cedera di luar paru-paru. Cedera di luar paru-paru ini disebabkan adanya sejumlah trauma.

"Dengan adanya trauma itu, mengakibatkan komplikasi berupa cedera paru-paru," ujarnya menjelaskan.

RSUD Saiful Anwar, ujar dr Arie Zainul masih merawat sembilan orang korban peristiwa Tragedi Kanjuruhan. Dari sembilan pasien, ada empat orang korban yang dirawat pada High Care Unit (HCU).

"Untuk di ICU ada lima korban yang dirawat, sedangkan di HCU ada empat, dua diantaranya akan melaksanakan operasi, namun kami pastikan kondisinya stabil dulu," ujarnya memungkasi.