Siapa Bakal Calon Wakil Anies? Mahfud MD Dinilai Cocok

𝗦𝗶𝗮𝗽𝗮 𝗕𝗮𝗸𝗮𝗹 𝗖𝗮𝗹𝗼𝗻 𝗪𝗮𝗸𝗶𝗹 𝗔𝗻𝗶𝗲𝘀?

Oleh: Luthfi Abdoellah Tsani

Selama Anies Rasyid Baswedan didukung PKS, rasanya sulit baginya untuk menang di pilpres 2024. PKS yang notabenenya disukai oleh kelompok agamis banyak memiliki raport merah di mata tokoh agama dan pesantren. Toh meski ada beberapa pemuka agama dan pesantren yang 'menyukai' PKS, tapi pesantren itu terbilang lebih sedikit dan memiliki masa yang lebih kecil daripada yang 'tidak menyukainya'.

Bagaimana dengan AHY? Basis pemilih Anies dan AHY notabenenya memiliki ideologi yang sama: nasionalis. Artinya, jika berpasangan dengan AHY, dia tidak akan memiliki banyak tambahan pendukung. Beda lagi ceritanya kalau Anies berpasangan dengan calon yang memiliki masa pemilih dari ideologi yang berbeda: agamis. Maka jelas akan mempengaruhi tambahan lumbung suaranya.

Nasdem dan Anies harus banyak belajar dari pilpres 2019. Pasangan Prabowo dan Sandi yang sama-sama nasionalis tumbang. Justru yang menang adalah Jokowi dan KH. Ma'ruf Amin. Keduanya hasil kawin silang nasionalis dan agamis. Toh sekalipun ada segelintir tokoh agamis yang memilih Prabowo-Sandi, tapi jumlahnya jauh lebih sedikit.

Maka, mau tidak mau sepertinya Anies harus memiliki calon wakil presiden dari kalangan Nahdliyin. Calon dari Nahdliyin terkenal memiliki 'hubungan erat' dengan kiai dan pesantren. Sebab, sepertinya, pemilih yang banyak diperebutkan di pilpres berada di pulau jawa. Pilihan mayoritas mereka dipengaruhi oleh anjuran pesantren dan kiai.

Rasanya, Mahfud MD cocok untuk diusung sebagai bakal cawapresnya. Mahfud MD memiliki hubungan yang baik dengan para ulama dan pesantren-pesantren besar. Khofifah juga bagus. Dia bisa berkomunikasi dengan baik bersama para kiai. Track record keduanya juga tergolong netral. Artinya, jika Anies dipasangkan dengan Mahfud atau Khofifah masanya tidak akan merasa sakit hati.

Kalau Erick Thohir kurang. Sekalipun beberapa kali dia dicitrakan sebagai Nahdliyin, tetap saja dia tergolong 'newbie'. Belum pintar menjalin hubungan dengan pesantren-pesantren. Begitupula Muhaimin. Masa pemilih Anies dan Muhaimin jauh bersebrangan. Jika kedua orang itu 'dikawinkan', bisa-bisa masanya sakit hati. Akhirnya memutuskan 'selingkuh' dengan pasangan lain. Kemungkinan seperti ini juga bisa terjadi jika memaksa menggabungkan Anies-Ganjar atau Anies dengan loyalis PDIP yang lain.

Ah. Siapa lagi ya calon yang mau disebut? Sudah lah. Jangan banyak². Ini juga hasil iseng doang. Gak serius nulisnya 😅.

(fb)