Saya masih belum paham kenapa NU bisa dg tegas melawan kelompok "Islam Kanan" di Indonesia, Tapi malah mau bergandengan tangan dg kelompok "Hindu Kanan India"?

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mengundang Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) untuk menghadiri Forum Agama G20 (R20) di Bali dan Yogyakarta pada awal November mendatang. 

Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), dikenal sebagai organisasi ekstrem kanan Hindu India yang punya rekam jejak buruk mendiskredtikan (membunuh, membantai) muslim di India.

Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan R20 didesain agar para tokoh agama berbicara secara jujur mengenai adanya problem keagamaan di agama masing-masing yang kerap kali menjadi kendala dalam membangun kesepakatan bersama.

"Dalam konteks inilah organisasi Nasionalis Hindu sayap kanan (RSS) akan hadir untuk berdialog secara jujur demi menemukan kesepakatan untuk membangun kemaslahatan bersama."

"Pelibatan aktor-aktor yang dianggap problematis merupakan upaya paling konkret untuk menyelesaikan problem agama di wilayah masing-masing," Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Langkah PBNU mengundang RSS ini (dan sebelumnya juga mengundang Rabi Yahudi) menuai kontroversi.

Hal ini lantaran di Indonesia sendiri sikap PBNU dinilai tidak mencerminkan seperti sikap PBNU tersebut.
 
PBNU berdalih merangkul untuk berdialog.

Namun nyatanya hal itu tidak terjadi ketika menghadapi kelompok Islam (sama-sama muslim) yang beda ormas atau beda pilihan politik.

Ini yang menimbulkan pertanyaan.

"Saya masih belum paham kenapa NU bisa dgn tegas melawan kelompok Islam Kanan di Indonesia tapi malah mau bergandengan tangan dgn kelompok Hindu Kanan di India yg punya rekam jejak buruk dalam mendiskriminasi Muslim di India," ujar Farhan Abdul Majiid @famajiid.

"Kenapa di Indonesia kelompok yg problematik tidak dirangkul seperti yg dilakukan di R20 ini?" lanjutnya.

"Konservatif disini pengajiannya sampai dibubarin dan dituduh Wahabi, Konservatif radikal disana sampai diundang untuk dialog. Heran bener sama ormas satu ini," komen Mang Aceng (@NairdaMaulana).