Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas di Saudi

Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas di Saudi

Oleh: Budi Marta Saudin (WNI, Pengajar di Saudi)

Angka kecelakaan lalu lintas di Saudi tergolong tinggi. Di Riyadh, hampir setiap keluar rumah, saya mendapati ada saja mobil yang tabrakan atau serempetan di jalan raya.

Aturan di Saudi, setiap pemilik mobil harus memiliki asuransi, untuk antisipasi kecelakaan ini.

Asuransi mobil ini terbagi dua, pertama: Lengkap (syamil), yaitu jika ada kerusakan mobil akibat kecelakaan, baik sebagai pelaku maupun korban, semua kerusakan ditanggung asuransi.

Kedua: Sebelah (diddhul ghair), yaitu jika saya yang menabrak atau salah, maka kerusakan korban akan ditanggung asuransi dan kerusakan mobil sendiri ditanggung oleh sendiri.

Beberapa waktu lalu saya mengalami kecelakaan di jalan raya, saat hendak jalan menuju ke sekolah. Qaddarullah wa ma sya-a fa'ala.

Setelah terjadi kecelakaan, langkah pertama adalah mengontak Najm, bisa via telpon, WA, atau aplikasi yang tersedia.

Najm adalah perusahaan yang menangani biaya kerugian akibat kecelakaan. Perusahaan ini menjadi penghubung antara Polantas dan pihak asuransi.

Jam sibuk petugas Najm adalah pada saat orang berangkat dan pulang kerja. Waktu itu saya kontak Najm pukul 6.30 pagi. Mereka baru datang sekitar satu jam kemudian. Karena banyaknya permintaan bantuan dan jalanan juga macet.

Setelah datang, pihak yang terlibat kecelakaan dimintai keterangan dan kronologi terjadinya kecelakaan. Pertama kali saat petugas datang, adalah menanyaan apakah kami yang terlibat kecelakaan ini punya asuransi atau tidak? Alhamdulillah punya asuransi.

Saat diperiksa oleh Najm, siapa pihak yang salah, saya menyampaikan kronologi bahwa ada satu mobil yang terlibat kecelakaan, dia kabur.

Petugas Najm mengernyitkan dahi, dan dia bilang: "Ini kriminal. Silahkan lapor ke murur. Nanti ini ditangani oleh murur."

Di Saudi, murur adalah sebutan untuk polisi lalu lintas. Mereka turun tangan jika ada kendaraan yang terlibat kecelakaan kabur.

Setelah menunggu Najm sekian lama, dia pergi meninggalkan TKP. Dan saya harus menghubungi murur. "Harus menunggu lama lagi."

Alhamdulillah ada polisi datang menghampiri. Dia adalah petugas keamanan di depan gedung Kementrian Luar Negeri. Tempatnya tak jauh dari TKP.

Dialah yang mengontak murur. Dan beberapa menit kemudian murur datang.

Setelah bertanya kronologi, murur meminta nomor hp kami yang terlibat kecelakaan. Kata dia: "Kamu pulang saja. Panggil derek. Nanti kalau sudah dapat SMS dari murur, datang ke kantor murur Malaz."

Saya ganti roda depan kiri yang rusak dengan ban serep. Setelah itu jalan. Tapi baru 3 km, mobil tak bisa melaju. Rupanya ada kerusakan pada as roda. Akhirnya pakai jasa derek untuk mengangkut sampai ke bengkel.

Oya, di Saudi, mobil yang rusak di jalan tak boleh ditarik oleh mobil sembarangan. Yang hanya boleh menarik mobil rusak atau mogok adalah mobil derek khusus.

Esok harinya saya ke kantor murur, menyodorkan sms dan nomor kecelakaan yang tercantum.

Pak polisinya bilang: "Anta gholthon (Anda yang salah)." Kemudian memprint berkas-berkas berupa kronologi dan keterangan asuransi. Setelah itu menyerahkan kepada saya.

Saya kemudian masuk ke sebuah ruangan, bertanya maksud dari keterangan kecelakaan tersebut.

Masya Allah. Pak polisinya baik banget. Dia senyum dan mengatakan "Alhamdulillah 'alassalamah". Dijelaskan bahwa yang salah dalam kecelakaan ini adalah saya. Keterangannya "inhiraf mufaji" alias belok mendadak.

Saya penasaran... Menanyakan, apakah saya harus bayar administrasi atau bagaimana penyelesaiannya?

"Kamu tidak membayar apa-apa. Karena kamu yang salah, silahkan mobil kamu diperbaiki sendiri, karena asuransi kamu diddhul ghair. Adapun mobil satunya, dia yang akan datang sendiri mengurus asuransinya."

Saya menegaskan sekali lagi: "Apakah saya sudah tidak ada lagi urusan dengan murur?."

"Tidak ada urusan apapun. Ini sudah selesai," kata pak polisi tadi.

Saya bertanya demikian, karena di tanah air biasanya ada biaya cabut perkara.

Akhirnya saya pulang ke rumah.

---

Yang agak repot jika mobil tidak ada asuransi. Pihak Najm tidak mau mengurus. Tapi biasanya urusan ditengahi oleh polisi agar kedua belah pihak dapat berdamai.

---

Ada satu hal yang bikin haru, saat usai kecelakaan, orang-orang Arab banyak yang datang menghampiri dengan maksud melihat keadaan apakah ada yang terluka atau tidak. Saat mendapati saya sehat dan tak ada luka, mereka mengucap "Alhamdulillah 'alassalamah", kalau bahasa kitanya Alhamdulillah selamat.

(fb 28/10/2022)