Kota Impian Saya 20 Tahun Lalu, Kini Terwujud... Terima Kasih Pak Anies Baswedan

Kota impian saya 20 tahun lalu, kini terwujud..

Singkat cerita, saya adalah penggemar berat game SimCity.. Ya, game city builder yang legend sejak tahun 90'an.. Dan masih teringat segar dalam ingatan saya 22 tahun lalu ketika pertama kali menginjakkan kaki di Kuala Lumpur dan lanjut ke Singapura naik kereta api.. Setiba di KLIA Sepang, bandara termegah di Asia Tenggara saat itu, benak saya berpikir keras, mengapa Indonesia yang seharusnya lebih kaya tak mampu membuatnya?

Sepanjang jalan dari KLIA sampai ke KL saya tetap tak berhenti berpikir.. Gila ini negara maju sekali.. di KL pun saya sempatkan city tour jalan sendiri naik MRT.. Sedih rasanya.. Mungkin orang berwisata sambil bersedih ya cuma saya.. Tak masuk akal, tapi itu justru jadi momen yang sangat terkenang.. 

Uniknya.. di taxi taxi bahkan di kedai/toko dll.. radio Malaysia memutar lagu lagu Indonesia.. Dewa 19, Sheila on seven, dkk.. Saat di taxi itu, tak sadar air mata sy merembes.. Aduh, sy menangis kecil ternyata.. Apa yang ada dalam pikiran saya? Mereka bikin musik bagus aja gak bisa, tapi kenapa kotanya jauh lebih maju dari kita? Kenapa kita tidak bisa?

Sekembali dari Malaysia dan Singapura, kesimpulan sy sementara adalah: pemimpin kita tak capable.. Tak mampu.. Pikirannya tak mampu utk mencerna bagaimana cara membangun negaranya.. Lihat saja saat itu kondisi kota-kota kita:
1. Trotoar/pedestrian tak berfungsi, kumuh, dan buruk.
2. Kabel listrik berserakan di udara.
3. Kendaraan umum kumuh sekali. Ngetem sembarangan. Bikin macet. Unitnyapun tak terawat.
4. Pedagang kakilima tak tertata.
5. Becak, transportasi tak humanis (bagi abang  becaknya) itu ada dimana mana.
6. Jalan raya lubang-lubang dan semrawut.

Jika anda menemui setidaknya 6 hal diatas, maka benar anda sedang berada di Indonesia. Nah coba colek pemimpinnya (Gubernur, Walikota, Bupati) untuk membereskan 6 hal itu. Atau jangan jangan mereka kepikiran saja tidak.

Nah.. sekarang 22 tahun kemudian.. Kagum sy dengan Jakarta sudah seperti kota yang sy impikan saat itu...
1. Pedestriannya keren.
2. Tak ada kabel udara, semua ditanam.
3. Jakarta punya MRT, busway. Transportasi publiknya makin maju.
4. Pedangan kakilima makin tertata.
5. Jalan raya makin rapih.

Memang macet masih ada, tapi sy pikir macet itu fifty fifty. Maksudnya gini, satu sisi menjengkelkan, satu sisi bermanfaat.

Jakarta itu kalau tidak macet ya itu artinya bisnis kita juga sepi. Gerai gerai di Mall pasti akan sepi seperti saat awal Covid. Macetnya Jakarta adalah berkah bagi pelaku ekonomi. Artinya, ada banyak manusia beredar dan itu konsumen mereka.

Jika ditilik, jalan raya sudah cukup besar, coba saja keliling kota minggu pagi. Tak ada macet dan jalan raya terasa luas sekali. Tapi ya kalau sudah jumlah mobil melebihi kapasitas jalan, ya pasti macet. Tapi justru itulah berkah bagi pelaku ekonomi. 

Itulah sepenggal cerita sy sebagai warga Jakarta Selatan saat ini. Maju terus Jakartaku!

Terimakasih pak Anies yang telah memimpin 5 tahun dan membawa banyak kemajuan bagi Jakarta. 

Selamat datang pak Heru, semoga Jakarta makin baik 2 tahun kedepan dibawah pak Heru. Jangan makin buruk ya Pak! Lampaui pak Anies dong! Bapak kan ditunjuk, bukan kampanye, tak ada beban politik seharusnya, dan full support dari Pusat. Kami warga Jakarta akan memantau secara obyektif. Sangat obyektif!

Salam..

🙏🏻🙏🏻🙏🏻

16-10-2022

(By Rezza Artha)

*fb