Kasihan PSI, Berharap menandingi NasDem, Malah Dilepeh

Oleh: Erizal

Kasihan PSI. Berharap menandingi NasDem. Belum tertandingi, justru diketawain orang. NasDem mencapreskan Anies, PSI ikut-ikutan pula mencapreskan Ganjar. Anies menerima pencapresan NasDem dengan suka cita, Ganjar malah bertanya, "PSI ini siapa?". Kasihan betul.

NasDem diprediksi bakal dapat efek ekor jas (limpahan suara) dari pencapresan Anies. Itupun masih sebatas prediksi. Bisa ya, bisa tidak. PSI entah dapat ekor apa? Belum apa-apa, Ganjar sendiri yang notabene kepalanya, malah pura-pura tak tahu. Ekor apa pula yang akan dapat lagi?

Pecicilan, istilah Rocky Gerung. Orang bikin acara resmi, serius, mantap. Ini malah bikin acara seolah-olah tak resmi, bercanda, dan tak keren sedikitpun. Entah siapa yang punya ide? Jokowi saja merespon serius pencapresan Anies oleh Nasdem dengan membawa Ganjar semobil di plat RI 1. PSI? Bikin ilfil saja.

Patah selera Ganjar dibuatnya. Tentu Ganjar bukan tak mau diusung PSI. Pasti mau, sangat mau bahkan. Tapi dukungan itu dianggap bikin kacau saja. Ganjar sedang menanti gerak PDIP (Megawati) ke mana arahnya. Tetap maju atau tidak, tetap bersama PDIP atau lewat jalan lain.

Politik saling balas itu kadang tak tepat pula. Orang buat ini, kita tak harus buat itu. Apalagi bila kekuatan kita tak sebanding. Istilahnya, jangan menari pada gendang yang ditabuh orang lain. Tabuh pula gendang sendiri dan menarilah, kendati di pinggir jalan. Demikian.

(*)